Diterjemahkan otomatis

Apakah berbagi gambar pribadi dianggap berdosa?

Assalamu alaikum, semuanya. Aku menghubungi karena aku telah membawa rasa bersalah dari masa laluku dan itu benar-benar membebaniku. Saat aku lebih muda, aku pernah mengunggah beberapa foto diriku yang tidak pantas secara online. Melihat ke belakang, aku merasa sangat malu dan menyesalinya. Dulu, aku memang belum cukup matang dan sedang melalui masa sulit secara emosional. Kurasa aku mencari semacam persetujuan atau perhatian dengan cara-cara yang salah. Sekarang aku mengerti betapa kelirunya hal itu. Aku sudah berusaha sebaik mungkin menghapus gambar-gambar itu dan telah dengan tulus memohon ampunan. Aku telah melaksanakan Salat al-Tawbah dan terus-menerus berdoa kepada Allah, percaya pada rahmat dan kasih sayang-Nya. Tapi jujur, hatiku masih terasa berat. Aku tidak bisa mengusir pikiran bahwa mungkin gambar-gambar itu masih ada di luar sana, atau bahwa seseorang mungkin telah menyimpannya. Ini terutama sulit ketika memikirkan bahwa aku mungkin masih terus menimbun dosa jika orang lain melihatnya, meskipun aku sangat menyesalinya dan telah mencoba segala cara untuk menghapusnya. Aku sungguh ingin menemukan kedamaian setelah taubatku dan melangkah maju, tetapi masa laluku terus menghantuiku. Bimbingan Islam atau pengingat yang menenangkan akan sangat kuhargai. Jazakum Allahu khayran.

+205

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Fakta bahwa kamu merasa penyesalan ini adalah tanda keimananmu, sis. Allah itu Al-Ghafur. Tolong jangan terlalu keras pada dirimu sendiri.

+15
Diterjemahkan otomatis

Setelah kamu sungguh-sungguh bertaubat, dosa itu telah terhapus. Jangan terus memikul beban yang sudah Allah angkat. Semoga Dia menganugerahimu ketenteraman.

+19
Diterjemahkan otomatis

Ceritamu menyentuh hati. Masa lalu memang bisa menghantui, namun janji Allah itu nyata. Teruslah berdoa dan fokus pada kebaikan yang bisa kau lakukan sekarang. Kau tidak sendiri.

+8
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah menerima taubatmu. Rahmat-Nya lebih luas dari dosa-dosa kita. Terus percaya pada-Nya dan berusahalah agar setan tak membuatmu ragu atas taubatmu. Usahamu itu berarti.

+25
Diterjemahkan otomatis

Saya sangat relate. Kecemasan jejak digital memang nyata. Tapi ingat, niatmu yang jujur untuk menghapusnya dan penyesalanmu adalah yang paling penting bagi Allah.

+11
Diterjemahkan otomatis

Percayalah pada ampunan Allah. Rasulullah (SAW) bersabda bahwa Allah lebih ridha dengan taubat hamba-Nya daripada seseorang yang menemukan untanya yang hilang. Peganglah erat hal itu.

+10

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar