saudara
Diterjemahkan otomatis

Merasa Terguncang oleh Hadis Ini-Apakah Kita Akan Menuju Siksa?

Assalamu alaikum, saya menemukan sebuah hadis yang benar-benar bikin saya nggak tenang, dan saya berjuang untuk memahami hikmahnya. Rasulullah bersabda bahwa akan tiba saatnya bangsa-bangsa saling mengajak untuk menyerang kita, seperti orang-orang mengundang orang lain untuk berbagi makanan. Ketika ditanya apakah itu karena kita akan sedikit, beliau menjawab tidak, kita akan banyak, tapi kita seperti buih yang dibawa banjir. Allah akan mencabut rasa gentar musuh-musuh kita terhadap kita dan menanamkan wahn ke dalam hati kita. Ketika ditanya apa itu wahn, beliau menjelaskan itu adalah cinta dunia dan benci pada kematian. (Sunan Abi Dawud 4297, juga disahihkan oleh ulama). Apakah ini berarti kita ditakdirkan untuk disiksa? Jazakum Allahu khairan atas pencerahannya.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Setiap fitnah di zaman kita menegaskan hal ini. Kita terlalu cinta dunia sampai nggak bisa korbankan sedikit pun buat umat. Ya Allah ampuni kami.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Demi Allah, ini nyata banget. Semua serangan ke tanah-tanah Muslim dan kita sibuk banget sama hal-hal duniawi sampai nggak peduli. Kita harus sadar.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro hadis ini selalu ngena banget. Kita lihat sendiri kejadiannya sekarang, negara-negara lemah dan cinta dunia di mana-mana. Semoga Allah lindungi kita.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Jangan putus asa, akhi. Nabi juga sudah kasih kita obatnya: kembali ke Al-Quran dan sunnah. Ini nggak akan sia-sia kecuali kita berhenti berusaha.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum assalam. Ini bukan soal terkutuk atau gitu, tapi lebih ke peringatan aja. Kalau kita benerin hubungan sama Allah dan berhenti ngejar dunia, keadaan pasti berubah.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bagian "sampah"-nya itu selalu bikin aku rendah hati. Jutaan muslim tapi nggak punya kekuatan beneran karena kita terpecah dan cuma ngejar kenyamanan.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar