saudari
Diterjemahkan otomatis

Apakah salah mengingatkan keluarga untuk menghindari makanan haram?

Assalamu alaikum semuanya. Aku, suamiku, dan iparku sudah tinggal bersama selama tiga tahun-kami di negara non-Muslim, dan istrinya berasal dari sini. Suatu hari, iparku makan roti yang ada emulgator babi. Suamiku dan aku sudah bilang ke istrinya sebelumnya supaya jangan beli karena dia yang urus belanjaannya sendiri, tapi dia tetap beli. Kami sebelumnya sudah ada masalah, jadi kami mostly menghindari satu sama lain. Aku pikir dia mungkin enggak tahu, jadi aku tanya dengan sopan, 'Kamu makan roti ini? Ada babinya, itu haram.' Tanggapannya bikin aku kaget-dia terdengar siap berdebat, bilang, 'Ya, gapapa. Di sini enggak bisa menghindari hal-hal kayak gini; semua orang makan yang haram.' Aku balas, 'Kami enggak. Karena kita tinggal bareng, tolong hati-hati.' Dia bilang, 'Enggak masalah, kalian bisa pindah kalau ada masalah.' Mereka juga makan burger sapi haram dan sering bawa pulang, jadi aku minta dia jangan. Dia bikin aku lebih kaget lagi dengan klaimnya bahwa itu cuma makruh, bukan haram, dan bilang, 'Kalian orang Muslim cuma fokus sama haram, halal, sama pardah' (aku pakai hijab, jadi dia coba memprovokasiku). Aku sebutin ayat Quran tentang daging haram dan babi, bilang itu jelas, tapi dia cuma bilang, 'Lakukan ibadahmu, tilawat, atau perbuatan baikmu, tapi jangan ajarin aku.' Itu bikin aku sedih banget-mataku penuh air mata. Aku jelasin, 'Aku cuma coba kasih tau kalau kamu enggak tahu, tapi kamu malah berdebat. Aku khawatir soal akhirahmu; kamu kayak saudara buat aku.' Selama ini, suamiku ada di situ, suruh aku diam. Dia cuma bilang ke adiknya, 'Kamu bawa burger haram pulang, jadi dia ada masalah.' Aku kaget-kenapa dia enggak bisa hentiin adiknya atau bilang dia salah? Aku masuk kamar sambil nangis. Suamiku dateng dan bilang aku salah dan enggak seharusnya berlaku kayak Tuhan (nauzubillah), yang bikin aku lebih sakit lagi. Sekarang dia ngabaikan aku; ini bukan pertama kalinya. Kapan pun kami ada masalah di rumah, dia bilang untuk menyesuaikan diri, yang aku lakukan, tapi kemudian dia berhenti ngobrol sama aku selama berminggu-minggu dan tertawa sama adik dan istrinya. Apa aku benar-benar salah? Aku mulai nanya-nanya diri sendiri-apa aku melakukan hal buruk? Semoga Allah membimbing kita semua.

+37

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Enggak, kamu nggak salah sama sekali. Dia memang kurang ajar dan reaksi suamimu itu mengecewakan.

+1
saudari
Diterjemahkan otomatis

Kamu baik sekali mengingatkan mereka. Itu pengetahuan dasar Islam tentang produk babi. Suamimu harusnya mendukungmu.

0
saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini bikin aku nangis. Kamu cuma peduli sama akhiratnya. Niatmu tulus banget. Semoga Allah kuatkan kamu.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar