saudari
Diterjemahkan otomatis

Apakah itu ghibah kalau aku ngomongin rasa sakitku ke teman?

Assalamu'alaikum, semoga kalian semua baik-baik aja. Aku baru aja kehilangan sahabat terdekatku-kami udah nggak ngobrol lagi-dan rasanya sakit banget, apalagi cara dia memutusku begitu cepat. Aku ngerasa semua perasaan ini terpendam dan aku kayaknya butuh ngeluarin. Aku pengen cerita ke teman dekatku yang lain, soalnya dia pernah ngalamin hal yang mirip pas kehilangan sahabatnya, jadi dia bakal ngerti. Tapi aku takut keceplosan jadi ghibah. Gimana caranya aku cerita apa yang terjadi tanpa kelewatan batas? Tips apa pun bakal sangat kuhargai.

+87

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Persis mengalami ini. Temanku mengingatkanku untuk bilang 'berdasarkan pengalamanku' alih-alih 'dia melakukan ini-itu.' Suasananya langsung berubah total, jujur.

+2
saudari
Diterjemahkan otomatis

Pernah di posisi itu juga. Aku ngobrol sama temenku dan mulai dengan bilang, 'Aku perlu curhat buat lega, bukan buat gosip.' Itu bantu aku tetap sadar diri. Semoga Allah meringankan sakitmu.

+4
saudari
Diterjemahkan otomatis

Aduh, kehilangan teman dekat yang sudah kayak saudara itu sakit banget ya. Aku biasanya baca doa dulu sebelum ngomong, minta Allah bimbing lisanku. Kamu bukan lagi buka aib kok, kamu cuma lagi curhat soal patah hati.

0
saudari
Diterjemahkan otomatis

Kak, aku paham banget perasaanmu. Itu bukan gossip kok kalau kamu beneran cari dukungan, bukan cuma mau jelek-jelekin dia. Fokus aja sama apa yang kamu rasain dan usahakan gak nyebutin kesalahan dia secara spesifik.

+1
saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini relate banget. Selama niatmu buat healing dan bukan ngomporin aib, kamu gapapa kok. Kata para ulama sih, ada kelonggaran kalau lagi nyari nasihat.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar