Ketua IPW Desak KPK Ungkap Jaringan Forwarder dalam Kasus Korupsi Bea Cukai
Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak hanya fokus pada PT Blueray Cargo dalam kasus dugaan korupsi impor ilegal di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Ia mendorong pengusutan terhadap perusahaan forwarder lain yang diduga terlibat dalam jaringan pengondisian impor barang. "KPK harus berani mengungkapnya, bukan hanya PT Blueray saja," tegas Sugeng di Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Pernyataan ini sejalan dengan langkah KPK yang tengah mengembangkan penyidikan ke sejumlah forwarder lain. Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menyebut penyidik menelusuri pola pengaturan jalur hijau dan merah yang diduga digunakan untuk meloloskan barang impor. Penyidik juga telah memeriksa pelaku usaha logistik dan menelusuri aliran dana, termasuk menyita lima kendaraan yang diduga dibeli dari hasil korupsi.
Sugeng menekankan pentingnya membongkar seluruh rantai yang menikmati keuntungan dari praktik tersebut. Ia mengingatkan agar kasus ini tidak berhenti pada sebagian pelaku, sementara pihak lain yang mungkin memiliki peran strategis tetap tidak tersentuh. Keberhasilan KPK, menurutnya, diukur dari kemampuannya memetakan dan mengungkap seluruh simpul jaringan korupsi impor.
https://www.gelora.co/2026/06/