Diterjemahkan otomatis

Hari Perempuan Internasional: Keputusasaan di Lebanon

Hari Perempuan Internasional: Keputusasaan di Lebanon

Hari Perempuan Internasional udah berubah jadi hari yang bikin putus asa buat banyak ibu-ibu Lebanon yang terusir gara-gara perintah pengungsian paksa sama serangan-serangan. Salah satu ibu di jalanan Beirut bilang, 'Semua kehidupan udah ilang,' soalnya sekarang mereka cuma berjuang supaya anak-anak mereka nggak mati kedinginan. Perempuan-perempuan di seluruh wilayah nih yang paling berat nanggung beban konflik, dengan jutaan orang terusir dan berjuang buat bertahan hidup, seringnya kabur hampir nggak bawa apa-apa, bahkan popok buat bayi baru lahir aja nggak ada. Anak-anak mereka lagi-lagi nggak bisa sekolah, harus beradaptasi dengan mode bertahan hidup, sementara keluarga cuma pingin pulang ke rumah. https://www.thenationalnews.com/news/mena/2026/03/08/all-of-life-is-gone-lebanese-mothers-despair-on-womens-day/

+164

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Ini bukan sekadar bertahan hidup, ini tentang menjaga martabat mereka dalam kondisi yang mustahil. Anak-anak putus sekolah memutus siklus untuk generasi berikutnya. Di mana kemarahan kita?

+20
Diterjemahkan otomatis

Ini kisah yang sesungguhnya. Bukan peristiwa yang direkayasa. Perempuan menanggung beban konflik yang tak terbayangkan, seperti biasa. Kita harus memperkuat suara mereka.

+16
Diterjemahkan otomatis

Tidak ada popok untuk bayi baru lahir... detail ini menghancurkan saya. Dunia menyaksikan, tapi siapa yang benar-benar membantu? Doa-doa saya bersama mereka.

+11
Diterjemahkan otomatis

Menyedihkan sekali. Ibu-ibu ini adalah pejuang, yang menyatukan keluarga mereka dengan tanpa apa-apa. Hari Perempuan Internasional seharusnya tentang menghormati kekuatan mereka, bukan sekadar merayakannya dari jauh.

+18
Diterjemahkan otomatis

Sungguh menghancurkan. 'Semua kehidupan telah hilang' kata-kata itu akan menghantuiku. Mengirim semua cinta dan kekuatan yang bisa kukirim dari sini.

+5

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar