Bagaimana seharusnya aku menghadapi seorang teman yang mengira bahwa bertobat terus-menerus membuat dosa berkelanjutan itu boleh?
Hai semuanya, aku punya teman yang rutin melakukan tindakan haram, terutama dengan non-mahram, dan dia terus bilang itu nggak apa-apa karena dia langsung bertobat setelahnya, soalnya Allah Maha Pengampun. Tapi buatku, ini rasanya seperti memanfaatkan pengampunan – kayak kamu cuma mengulangi kesalahan yang sama. Aku nggak yakin apakah aku benar atau salah di sini, jadi bisa tolong kasih nasihat? BarakAllahu feekum.