Nasehat Seorang Akhwat untuk Mereka yang Sulit Melepas Musik
Salam semuanya. Kalau kamu lagi berusaha berhenti dengerin musik dan rasanya kayak perjuangan yang tiada henti, aku paham. Aku udah berhenti total tiga tahun lalu, alhamdulillah, dan ini nih yang beneran berhasil buatku. Aku coba semua saran biasa-hapus aplikasi, berhenti total, ganti ke podcast. Nggak ada yang bertahan. Kepingin sama ritme dan nadanya selalu datang lagi. Perubahan yang sesungguhnya nggak datang dari sekadar kemauan keras. Itu datang dari bener-bener mencintai Al-Qur’an. Biar aku jelasin... Bukan dengan cara yang membosankan, dipaksa. Bukan cuma mutar murottal panjang di latar belakang. Maksudku aktif nyari qari-para syekh luar biasa yang menghayati setiap kata yang mereka ucapin. Kamu bisa denger emosi di suara mereka. Itu jenis recitation yang bikin kamu berhenti ngapain aye dan cuma denger, terpana sepenuhnya. Kayak seorang syekh lagi sholat dengan khushu' yang penuh. Bener-bener bikin kagum. Waktu aku nemuin itu, musik jadi kehilangan pesonanya. Nggak bisa dibandingin. Sedikit tentang aku: aku seorang mualaf. Islam nemu aku lewat Al-Qur'an aja. Waktu itu aku umur 15 tahun. Bocah biasa, agak sombong, aktif di media sosial. Terus, keputusan bodoh nuntun ke pengalaman serem yang bikin aku terobsesi sama pikiran soal kematian, hukuman, dan kebohongan. Aku ngerasa terjebak di loop gelap, yakin banget lagi dihukum. Aku dulu nggak tau banyak soal Islam waktu itu, tapi aku tau tentang Tuhan Yang Satu, dan aku tau aku tersesat. Rasa takutnya nggak karuan. Perasaan itu nempel berbulan-bulan-serangan panik, pikiran-pikiran ngeri tentang keberadaan dan apa yang terjadi setelahnya. Terus, aku ketemu seorang akhwat Muslim. Kami berdua nggak terlalu taat waktu itu, tapi sama-sama lagi nyari. Pas suatu malam aku lagi kena serangan panik yang parah banget, dia cuma mulai baca Surah Al-Fatiha. Pas dia mulai, hatiku nemu ketenangan yang belum pernah dirasain sebelumnya. Aku minta dia bacain lagi dan lagi. Setiap kali selesai, aku minta diulang. Itu kasih aku rasa tenang yang belum pernah aku rasain. Kedamaian paling indah yang bisa dibayangin. Dia bagiin murottal-murottal indah lain sama aku dan cerita tentang realita akhirat. Malam itu juga, aku terima Islam. Alhamdulillah. Jadi, kembali ke urusan ninggalin musik. Allah nuntun aku dengan Al-Qur'an waktu aku masih kafir. Bayangin aja kekuatannya buat orang yang udah percaya itu adalah firman Allah yang sebenarnya. Kamu percaya ini adalah kata-kata Penciptamu, tapi milih lagu bikinan orang lain? Kesadaran itu aja udah bikin berhenti jadi gampang buatku. Kalau kamu lagi nyari tempat buat mulai, ini beberapa channel yang bagiin klip pendek tapi kuat-yang nyentuh hati banget dan gampang disimpen atau didengerin lagi: - Tranquil Quran, apalagi recitation Al-Luhaidan. Suaranya mengubah. - Echoes of the Haramain, khususnya recitation emosional Yasser Al-Dossari. - Healing Orchestra, yang campur-campur qari berbeda dan bikin tenang banget. Kamu bisa nemuin mereka di platform streaming audio utama. Cari aja namanya. Coba dengerin dan follow kalau cocok. Aku nggak bilang ini selalu gampang. Tapi begitu kamu nemu qari yang suaranya gerakin jiwa, perjalanannya jadi jauh lebih ringan. Semoga Allah permudah semua yang lagi berjuang dengan ini. 🤲