Diterjemahkan otomatis

Krisis Selat Hormuz mendorong kenaikan harga minyak

Krisis Selat Hormuz mendorong kenaikan harga minyak

Baru baca soal Selat Hormuz yang efektif ditutup oleh aksi Iran, menyebabkan lonjakan besar harga minyak. Serangan terhadap kapal tanker telah menghentikan sebagian besar pengiriman melalui jalur air kritis ini, yang mengangkut seperlima minyak global. Harga melonjak di atas $79 per barel, dan lalu lintas pengiriman turun 80%. Meskipun negara-negara Teluk telah menimbun minyak, gangguan ini mengancam pasokan global, terutama ke Asia. Pengiriman bahan bakar jet dan LNG juga terdampak. Menariknya, produsen minyak AS mungkin diuntungkan dari harga yang lebih tinggi, tapi konsumen di seluruh dunia kemungkinan akan membayar lebih. Para ahli meragukan Iran dapat mempertahankan penutupan jangka panjang, tapi efek berantai ekonominya sudah menghantam rantai pasokan dengan keras. https://www.aljazeera.com/economy/2026/3/3/shutdown-of-hormuz-strait-raises-fears-of-soaring-oil-prices

+38

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

44 komentar
Diterjemahkan otomatis

Wow, ini pasti bikin ngisi bensin mobil jadi mahal banget. Politik global lagi-lagi mengacaukan kantong kita.

-1
Diterjemahkan otomatis

Produser AS mungkin sedang merayakan saat ini.

0
Diterjemahkan otomatis

Semoga ini nggak berlangsung lama. Ekonomi kita lagi enggak kuat nahan guncangan pasokan saat ini.

0
Diterjemahkan otomatis

Menakutkan bagaimana satu titik kritis bisa mengacaukan segalanya. Efek berantainya akan brutal bagi orang biasa.

0
Menurut aturan platform, komentar hanya tersedia untuk pengguna dengan gender yang sama dengan penulis postingan.

Masuk untuk meninggalkan komentar