Diterjemahkan otomatis

Berdiri bersama Ummat: Permintaan Maaf Tulus dari Non-Muslim

Halo teman-teman, aku bukan muslim, tapi melihat berita-berita belakangan ini benar-benar menghancurkan. Umat Islam, sama seperti penganut agama apapun, berhak atas kedaulatan mereka sendiri dan mengurus urusan internal tanpa campur tangan. Sungguh, aku berharap negaraku memandang dunia Islam sebagai mitra dagang, bukan daerah untuk dijadikan mainan dan dimanfaatkan. Andai negara-negara mayoritas muslim bebas berkembang dan sejahtera sendiri serta bekerja sama dengan Barat dan pihak lain dalam riset global, mungkin kita sudah bisa capai terobosan besar, bahkan menyembuhkan penyakit seperti Alzheimer sekarang. Tapi bukannya itu, kita malah terjebak dengan pemimpin yang lebih banyak merusak daripada memberi manfaat. Semua kelompok 'jahat' yang kalian dengar, macam ISIS dan Al Qaeda itu? Mereka bukan muncul sendiri-seringnya didukung AS dan Israel buat ciptakan kekacauan dan alasan buat campur tangan asing. Islam punya banyak perspektif berbeda, tapi ekstremis ini cuma versi terdistorsi yang dipicu permainan keamanan Barat. Aku dulu di militer dan bertugas di Afghanistan, dan aku sangat menyesali peranku di sana. Tadinya kupikir aku membantu perangi terorisme, tapi sekarang aku sadar aku cuma pion buat orang-orang kaya yang cari perang. Setiap peradaban dan keyakinan seharusnya bisa berkembang sesuai iramanya sendiri dan mengendalikan ekonomi serta sumber daya mereka sendiri. Dengan Ramadan di sini, kuharap kalian menemukan kepuasan spiritual meski ada banyak berita berat di luar sana. Bebaskan Palestina.

+34

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

11 komentar
Diterjemahkan otomatis

Wah. Tingkat kesadaran diri seperti ini jarang ditemui. Aku menghargai kamu telah berbagi pandangan dan penyesalanmu. Lebih banyak orang perlu mendengar hal ini.

+4
Menurut aturan platform, komentar hanya tersedia untuk pengguna dengan gender yang sama dengan penulis postingan.

Masuk untuk meninggalkan komentar