Kemenhaj Perkuat Ekosistem Ekonomi Haji, Bidik Potensi Rp80 Triliun
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menggeser paradigma penyelenggaraan haji dari layanan keagamaan menuju penguatan ekosistem ekonomi nasional. Dengan perkiraan arus dana haji dan umrah mencapai Rp80 triliun per tahun, pemerintah membangun strategi agar nilai ekonomi tersebut menciptakan efek berganda bagi industri nasional, UMKM, investasi, dan lapangan kerja.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Jaenal Effendi menyatakan, pengembangan ini bertujuan memastikan penyelenggaraan haji memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional melalui peningkatan keterlibatan produk, jasa, dan pelaku usaha dalam negeri. Program strategis meliputi penguatan rantai pasok, penggunaan produk lokal, dan pengembangan investasi di sektor pendukung.
Langkah konkret yang telah dilakukan antara lain ekspor 28 jenis bumbu Nusantara dengan volume lebih dari 300 ton dan penyediaan 3,1 juta paket makanan saji untuk jemaah. Pemerintah juga mengoptimalkan penerbangan kosong untuk membawa wisatawan Timur Tengah ke Indonesia, serta memperkuat investasi dari hulu hingga hilir guna membuka peluang penguasaan pasar 30-40 persen bagi pelaku usaha nasional. Digitalisasi melalui Platform Ekonomi Haji diharapkan meningkatkan efisiensi dan transparansi.
Jaenal menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memperkuat rantai pasok nasional dan daya saing produk dalam negeri. Jika berhasil, Indonesia tidak hanya menjadi pengirim jemaah haji terbesar, tetapi juga berpotensi menjadi pusat ekonomi haji dan umrah yang memberi manfaat luas bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
https://mozaik.inilah.com/haji