saudari
Diterjemahkan otomatis

Mencari Kekuatan dalam Iman di Tengah Pergumulan

Asalamualaykum semua. Akhir-akhir ini, aku sedang menghadapi tantangan yang cukup berat terkait imanku. Alhamdulillah, aku sudah bisa meninggalkan banyak dosa besar yang dulu sering aku lakukan-aku enggak akan cerita detailnya biar enggak terbuka aibku, tapi itu hal-hal yang serius. Menurutku, tindakanku bukan masalah utama; aku cuma merasa sangat bingung dan hilang arah. Tahun lalu bulan November, aku diberkahi bisa menunaikan Umrah di Mekah dan Madinah, dan pengalaman itu benar-benar mengubahku. Aku pulang dengan keinginan kuat untuk memakai niqab, padahal dulu aku sangat kesulitan bahkan sekadar berhijab. Alhamdulillah, sekarang hijab sudah enggak jadi masalah, tapi shalat justru jadi pergumulan terbesarku. Aku nggak yakin apakah ini waswas atau terkait kesehatan mentalku-aku neurodivergent dan punya masalah berat sampai pernah dirawat di rumah sakit. Pikiranku sering bilang kalau shalat nggak akan memperbaiki keadaan, dan aku takut setan mungkin bikin hidupku susah lagi. Aku nggak mau mengulang masa-masa sakit itu. Kadang, aku bertanya-tanya apakah orang-orang di sekitarku malah menambah keraguanku. Keluargaku kadang ngomong hal yang nyakitin, kayak meragukan imanku karena hal-hal yang enggak bisa aku kendalikan. Sejujurnya aku pengin shalat, tapi keraguan diri yang nahan aku. Aku sudah diruqyah dan istikharah, dan keduanya menunjukkan kalau aku lagi berurusan dengan masalah kesehatan mental, bukan sihir atau gangguan jin, meski ada yang bilang sebaliknya. Aku udah lewatin banyak hal-kekerasan fisik, pelecehan emosional-tapi Alhamdulillah, pelan-pelan aku sembuh. Aku coba lakukan ibadah kecil kayak dzikir, dengerin Quran, dan pakai hijab sama niqab, dan aku sangat berharap bisa membangun diri sampai bisa shalat lagi. Kalau ada yang pernah mengalami hal serupa atau punya saran, tolong bagi ya-aku benar-benar butuh. Aku terutama cuma perlu tahu apakah shalat bakal bantu aku merasa lebih dekat sama Allah. Sulit banget ketika komunitas sendiri kadang bikin kamu merasa nggak diterima. Aku dulu dibully parah sampai pernah menjauh dari Islam, tapi sejak Umrah lima bulan lalu, aku rindu banget balik ke Allah sebelum terlambat. Dengan semua yang terjadi di dunia, aku benar-benar ingin berubah. Aku anggap diri orang baik-aku sedekah, menghormati orang lain, dan belajar sabar serta mengendalikan emosi. Hal utama yang nahan aku untuk berkembang adalah pergumulan dengan shalat ini. Wallah, dulu aku begitu tekun, rajin shalat dan baca Quran, dan aku akan ngapa-ngapain buat dapatin hubungan itu lagi. Jazakallah sudah membaca, dan semoga semua mengalami Ramadan yang penuh berkah ❤️

+286

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku juga neurodivergent dan salat bisa terasa sangat membebani. Aku mengatur alarm dan salat di ruangan yang sepi dan redup. Itu sungguh sangat membantu. Memberimu kekuatan.

+24
saudari
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah mempermudahmu, sis. Perjuangan dalam salat memang berat, tapi ibadah kecil yang kamu lakukan itu? Besar nilainya. Jangan diremehkan. Penyembuhan butuh waktu.

+7
saudari
Diterjemahkan otomatis

Bangga banget sama perjalanan Umrah dan hijab/niqab-mu! Itu luar biasa. Jangan biarkan setan menipumu sampai berpikir bahwa langkah kecilmu tidak berarti. Justru sangat berarti, lho.

+13
saudari
Diterjemahkan otomatis

Postmu membuatku menangis. Aku sangat relate, terutama bagian tentang waswasa dan kesehatan mental. Kamu tidak sendirian dalam hal ini. Allah melihat usaha kamu.

+12
saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku juga mengalami keraguan seperti itu setelah trauma. Psikologku (yang Muslim) bilang bahwa perjalanan spiritual kita tidak selalu linear. Perlakukan dirimu dengan lembut. Hatimu sudah berada di tempat yang benar.

+6
saudari
Diterjemahkan otomatis

Salam! Mulai dengan satu doa saja. Hanya satu. Jangan memaksa diri untuk lima doa sekaligus. Kadang kita harus membangun kembali secara perlahan. Kamu bisa melakukan ini!

+13
saudari
Diterjemahkan otomatis

Fakta bahwa kamu *ingin* berdoa itu sendiri sudah merupakan sebuah berkah. Pegang erat keinginan itu. Allah bersama orang-orang yang sabar.

+21

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar