Diterjemahkan otomatis

Menemukan Harapan Kembali: Membangun Iman Setelah Penderitaan Mendalam

Hai, aku menghubungi ini berharap ada bimbingan karena aku benar-benar sedang berjuang. Karena trauma masa lalu, aku jadi menjauh dari kepercayaanku pada Allah. Aku ingat saat-saat paling hancurku, berdoa dengan putus asa minta pertolongan berbulan-bulan. Nggak cuma aku merasa nggak dapat jawaban, aku malah disakiti oleh seseorang yang terus-terusan menampilkan diri sebagai orang yang religius dan saleh. Setelah itu, jadi hampir nggak mungkin buat berdoa atau percaya, merasa bahwa Allah mengizinkan rasa sakit seperti itu ketika aku paling rapuh. Berusaha menyambung lagi susah banget-kejadian itu menghancurkanku dari dalam. Aku bawa-bawa kemarahan sama Allah soal ini dan, tiap kali mikirin soal iman, aku ingat pria itu yang selalu bicara tentang agama, Islam, dan Allah. Aku tulus pengin memulihkan imanku, tapi hatiku terus menolak. Nasihat apa pun yang suportif akan sangat berarti buatku.

+20

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Oh adik, hatiku sakit membacanya. Pengkhianatan oleh seseorang yang menggunakan iman sebagai perisai itu sangat keji. Tolong ketahui bahwa Allah melihat kepedihanmu dan kemunafikan pria itu. Pintu menuju-Nya selalu terbuka, bahkan ketika kita sedang marah. Mulailah hanya dengan 'Ya Allah' dari hatimu. Mengirimkan banyak cinta untukmu.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar