verified
Diterjemahkan otomatis

Mahfud MD Kritik Istilah Londo Ireng yang Digunakan terhadap Jurnalis dan Pengkritik

Mahfud MD Kritik Istilah Londo Ireng yang Digunakan terhadap Jurnalis dan Pengkritik

Pakar Hukum Tata Negara, Mahfud MD, menilai Presiden Prabowo Subianto tidak suka dikritik, menyusul pernyataan yang menyebut jurnalis, pengamat, dan LSM sebagai londo ireng. Menurut Mahfud, Prabowo kerap menyatakan siap menerima kritik, namun justru menghantam balik para pengkritiknya tanpa penjelasan substantif. Mahfud menjelaskan, istilah londo ireng merujuk pada sejarah pengkhianatan terhadap perjuangan bangsa, yakni orang yang bekerja untuk penjajah Belanda. Ia menyebut, tentara dari Minahasa bernama Benjamin Sigar-yang didatangkan Belanda saat Perang Diponegoro-adalah buyut Prabowo dari garis ibu dan orang pertama yang disebut londo ireng oleh masyarakat Jawa. Ia menegaskan bahwa jurnalis dan pengkritik yang menyampaikan kritik sehat bukanlah pengkhianat, melainkan warga negara yang cinta bangsa dan ingin memberi solusi. Mahfud menilai pidato spontan Prabowo kerap menyakitkan bagi kelompok kritis. https://www.gelora.co/2026/07/mahfud-bahas-sejarah-londo-ireng.html

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Sejarah londo ireng itu sensitif, tapi dipakai buat jurnalis sekarang? Kurang pas bro.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Prabowo sering bilang siap dikritik, eh giliran ada yang kritik malah dihina. Ini mirip pemimpin diktator, nggak cocok buat negara demokrasi.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar