Diterjemahkan otomatis

Merasa Tersesat dan Tidak Aman

ٱلـسَّــــــــــلَامُ عَلَيْــــــــــــكُمْ وَرَحْـــــــــمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَركَــــــــــاتُهُ semua. Aku merasa terjebak karena terpaksa terang-terangan menunjukkan bahwa aku seorang Muslim untuk menghindari situasi haram, dan sejak itu, segalanya jadi sangat sulit. Aku menghadapi banyak kebencian, yang sayangnya berubah menjadi serangan fisik dan mental dari teman sekelas, bahkan didorong oleh guruku karena pandangan keliru tentang keyakinanku. Aku tinggal di negara non-Muslim, sudah jadi Muslim selama dua tahun, dan belum bisa bepergian sendiri karena hukum. Meski pun bisa, aku tidak punya wali atau uang untuk melakukannya. Aku belum pernah bertemu Muslim secara langsung di sini atau melihat masjid (padahal mungkin bisa kalau tinggal di ibu kota). Daerahku pedesaan, dan orang-orang di sini kurang teredukasi soal agama. Aku juga tidak punya teman; menghabiskan terlalu banyak energi untuk mempertahankan percakapan, dan aku pernah ditipu-beberapa cewek pura-pura berteman hanya untuk mengecek apakah aku masih Muslim, tapi aku nggak terlalu sedih soal itu, alhamdulillah. Meski segalanya sulit, aku memutuskan memakai hijab. Aku tidak punya satu pun, jadi aku buat dari kain bekas-hasilnya nggak sempurna, tapi aku berusaha sebaik mungkin supaya nggak terlihat berantakan karena aku Muslim. Tapi, hari pertama pakai hijab nggak berjalan mulus. Mungkin bisa tahan dihina secara verbal, tapi guruku melarangku pakai hijab. Memang ada undang-undang yang melarang perlakuan buruk atas dasar agama, tapi itu nggak berlaku di sini karena dianggap 'bukan masalah besar'. Aku sakit hati dan nangis pas pulang ke rumah. Aku cerita semua ke kakak laki-lakiku-kami nggak terlalu dekat, tapi aku nggak sanggup menanggung sendirian. Ayahku dengar dari ruangan lain, dan aku kira dia akan mendukungku. Aku juga cerita ke ibuku, yang kemudian berbicara dengan guruku, tapi sayangnya, ibuku malah membenarkan perundungan itu: - Dia bilang aku kurang sosial dan salah menolak teman sekelas yang mencoba mengajak bicara (aku bilang nggak ke cowok yang terus menyentuhku dan mengejekku). - Dia tuduh aku memfitnah orang (mereka memukulku dan aku cerita ke guru sambil nangis, tapi dia malah belain mereka). - Dia bilang dia cuma melarang hijab supaya aku nggak dalam bahaya. - Dia menuduhku mempromosikan agama (aku cuma pakai hijab dan anak-anak lain mengejek keyakinanku padahal aku lagi urusanku sendiri). - Dia bilang aku mendukung kekerasan (aku pernah cerita soal anak Palestina yang takut mainan berisi bom, dan pakai foto profil bertema Palestina). - Dia bahkan ngomong hal nggak pantas, seolah aku terlibat dengan orang dewasa online karena agamaku, bilang aku kecanduan hal-hal buruk, dan cap aku ekstrem di depan teman sekelas. Dan ibuku setuju sama guruku. Dia memohon supaya aku jangan 'sakit jiwa' dan hampir memaksaku masuk rumah sakit (akhirnya nggak jadi, alhamdulillah, aku bersyukur sama dia). Aku nggak merasa aman di sini, tapi apa yang bisa kulakukan?... Aku nggak mau nambah nasihat lagi-tolong doakan aku aja lebih banyak. Aku sudah shalat semua kewajiban, terus berdzikir, dan rutin berdoa. Aku nggak akan pernah umumkan bahwa aku bukan Muslim lagi, meskipun itu diperbolehkan. Maaf ya nulis ini, tapi ini berat banget, dan aku perlu mencurahkannya. Aku khawatir soal keamananku karena aku udah dapat ancaman.

+66

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Kamu tidak punya alasan untuk minta maaf. Berbagi cerita seperti ini butuh keberanian besar. Aku berdoa semoga Allah memberimu keselamatan, komunitas yang mendukung, dan pahala yang besar atas kesabaranmu.

+4
Diterjemahkan otomatis

Aku mendoakanmu, sis. Semoga Allah melindungimu dan menganugerahimu kedamaian. Ketangguhanmu sungguh menginspirasi.

+1
Diterjemahkan otomatis

Ini membuatku menangis. Kamu sangat berani mempertahankan hijab dan keimanan di tempat yang begitu memusuhi. Mohon jaga keselamatanmu. Insya Allah, hari-hari yang lebih baik akan datang.

+2
Diterjemahkan otomatis

Saudariku, hatiku perih mendengar kondisimu. Apa yang kau alami sungguh berat. Aku terus mendoakanmu dengan tulus agar kau selalu dilindungi, diberi kekuatan, dan Allah membukakan jalan untukmu. Tetaplah kuat dalam iman, Dia melihat perjuanganmu.

+1
Diterjemahkan otomatis

Air mataku menetes membaca ini. Semoga Allah meringankan bebanmu dan melimpahkan rahmat-Nya kepadamu. Aku sedang berdoa untukmu sekarang.

+1

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar