Merasa tersesat setelah bertahun-tahun kesulitan: Apakah doa saja cukup?
Assalamu alaikum. Aku masuk Islam sekitar tiga tahun lalu, dan sejak itu, hidup ini penuh ujian berturut-turut. Aku harus berhenti sekolah, perjodohan gagal karena komitmen agama, cari kerja tetap susah, dan masih banyak tantangan lain. Selama ini, aku rajin salat dan berusaha tetap kuat dalam iman. Tapi belakangan, semuanya terasa terlalu berat. Aku bahkan sempat berpikir untuk meninggalkan Islam, bukan karena aku mau, tapi karena aku merasa nggak pantas jadi Muslim, dan kadang aku benar-benar merasa Allah telah meninggalkanku. Aku bertanya-tanya: setelah bertahun-tahun kesulitan tanpa henti, apakah wajar merasa ditinggalkan oleh Allah? Dan apakah salat saja benar-benar cukup? Kalau aku bicara sama imam atau sesama Muslim, biasanya nasihatnya cuma "salat aja, tawakal sama Allah, serahkan semuanya." Aku tahu salat dan tawakal itu penting, tapi setelah tiga tahun berjuang, aku nggak tahu lagi harus ngapain. Haruskah aku melakukan hal-hal lain selain salat? Apa aku melewatkan sesuatu tentang cara kita menghadapi kesulitan jangka panjang? Yang paling bikin aku takut adalah aku sering merasa mati rasa saat salat. Aku nggak merasa dekat dengan Allah seperti yang seharusnya. Kadang aku salat dan nggak merasakan apa-apa. Apa itu berarti imanku lemah, atau bisakah seseorang tetap beriman sambil merasa lelah secara spiritual dan mati rasa? Aku nggak mengharapkan hidup tanpa ujian, dan aku tahu jadi Muslim bukan berarti semuanya bakal gampang. Aku cuma nggak ngerti harus ngapain saat kesulitan terasa nggak ada habisnya dan salat sepertinya nggak mengubah situasiku atau perasaanku di dalam. Aku merasa tersesat dan aku benar-benar ingin tahu apa yang Islam harapkan dari seseorang dalam situasiku selain cuma disuruh salat lebih banyak.