Presiden Prabowo Sebut Digitalisasi Bansos Telah Berjalan di 153 Kabupaten/Kota
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan perlindungan sosial harus semakin tepat sasaran, mudah diakses, dan bermartabat. Digitalisasi pendaftaran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako telah berjalan di 153 kabupaten/kota pada 38 provinsi, dengan lebih dari 3 juta keluarga terdaftar menuju target 49 juta keluarga pendaftar.
Digitalisasi memangkas biaya dan waktu. Sebelumnya, keluarga pra-sejahtera diperkirakan mengeluarkan biaya sekitar Rp 150.000 untuk ongkos, dokumen, dan fotokopi. Pemeriksaan kelayakan yang tadinya memakan 75-200 hari kini selesai dalam hitungan menit atau jam. Pendaftaran kini gratis dan lebih transparan.
Presiden menegaskan, 'Rakyat yang tidak mampu tidak boleh bayar untuk membuktikan bahwa ia tidak mampu. Rakyat juga tidak boleh berkali-kali menyerahkan data yang sebenarnya sudah dimiliki oleh negara.' Digitalisasi akan terus diperluas untuk bantuan pemerintah dan subsidi.
Dalam pidatonya, Presiden memperkenalkan dua penerima manfaat: Susana dari Kabupaten Bogor dan Margarelitha Rohi dari Kupang. Ia menekankan kehadiran negara untuk memastikan dukungan, bukan menggantikan kerja keras rakyat.
https://kabarbaik.co/memangkas