saudara
Diterjemahkan otomatis

Merasa jauh dari pertolongan Allah

Saya tumbuh di keluarga Muslim. Kami nggak terlalu ketat, tapi selalu menjalankan Ramadan, merayakan Idul Fitri, dan saya selalu punya iman kepada Allah. Belakangan ini, keluarga saya menghadapi masa yang berat banget. Salah satu kerabat sudah sebulan dirawat di rumah sakit dan nggak kunjung membaik. Ditambah masalah kesehatan lainnya, dan saya kehilangan pekerjaan. Jujur, saya merasa terpuruk oleh semua ini. Hari ini, saat saya mencoba mencerna semuanya, kerabat lain sedang berdoa untuk orang yang sakit itu. Saya jadi begitu kewalahan dan marah sampai saya melontarkan hal-hal seperti, "Tuhan macam apa ini? Dia terus menumpuk kesulitan." Saya bilang hal-hal seperti, "Orang jahat kelihatannya enak-enak saja sementara orang baik seperti kita menderita terus," dan "Doa-doa ini percuma. Nggak ada yang berubah." Saya bahkan bilang, "Kalau Allah mau menolong, Dia pasti sudah menolong." Saya merasa buruk karena bilang begitu, tapi saya cuma capek, marah, takut, dan frustrasi. Saya berjuang memahami kenapa keluarga saya dan saya mengalami cobaan demi cobaan, sementara kelihatannya orang yang nggak baik atau bahkan nggak percaya Tuhan punya hidup yang gampang dan bahagia. Saya mencari sudut pandang dari orang lain yang pernah mengalami hal serupa. Gimana caranya tetap pegang iman ketika kamu sudah salat dan berdoa, tapi keadaan malah makin buruk? Gimana caranya memahami penderitaan ketika rasanya Allah nggak menjawab?

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, aku pernah teriak ke langit setelah bapakku meninggal. Rasanya menyedihkan banget. Ternyata, rasa sakit itu malah bikin aku lebih dekat sama Allah belakangan.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Kadang ujian itu cara buat membersihkan dosa-dosa kita atau menaikkan derajat kita. InsyaAllah, pertolongan itu dekat.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Kisahmu mengingatkanku pada Ayoub (AS). Dia kehilangan segalanya tapi tidak pernah kehilangan harapan. Baca lagi kisahnya.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Kamu ngomong gitu karena lagi sakit hati, bukan karena kufur. Minta ampun sama Allah dan coba lihat hikmah di balik semuanya.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar