Diterjemahkan otomatis

Sedikit galau dalam perjalananku memeluk Islam

Assalamu alaikum, dan Eid Mubarak untuk semuanya! Cuma pengen ceritain apa yang ada di hati. Di Ramadan ini, aku puasa dan belajar banyak tentang Islam, dan akhirnya aku baca syahadat sendirian-dan nggak pernah aku merasa lebih tenang dan hidup. Alhamdulillah. Aku udah tunangan sama seorang pria Muslim (dan nggak, aku nggak masuk Islam karena dia, jelas lah), dan waktu aku bilang ke dia kalau aku mau masuk Islam, reaksinya kayak... biasa aja? Dia bilang hal-hal kayak, "Jangan terburu-buru, ini gaya hidup, bukan cuma fase," "Pastikan ini dari hatimu, bukan karena aku," dan "Apa kamu mikirin buat pakai hijab? Nanti ada tantangannya lho." Aku ngerti dia mau aku pikir-pikir dulu, tapi udah lama banget aku merenungin ini sebelum akhirnya aku ambil langkah itu. Keluargaku juga dulunya Kristen, jadi mereka nggak terlalu terlibat di bagian hidupku yang ini. Tapi aku udah ngobrol sama papaku, dan dia malah dukung. Mungkin aku terlalu sensitif, tapi sakit sih rasanya orang yang pertama kali tunjukin deen yang indah ini kayaknya nggak percaya kalau ini benar-benar dari hatiku... ada yang pernah ngalamin hal yang mirip?

+210

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Suamiku dulu juga begitu saat aku kembali ke Islam. Itu juga penyesuaian besar buat mereka, melihat pasangan dengan cahaya spiritual yang baru. Semakin membaik saat dia melihat konsistensiku. Tetap semangat, ya!

+8
Diterjemahkan otomatis

Selamat datang di umat, adik! Hatimu tahu yang benar. Jangan biarkan reaksi siapa pun, bahkan reaksinya, meredupkan momen indah ini. Alhamdulillah.

+5
Diterjemahkan otomatis

Dia mungkin khawatir tentang tekanan di dunia nyata yang akan kamu hadapi, terutama dalam hal hijab. Ini berasal dari rasa peduli, meskipun rasanya menyakitkan. Semoga Allah memudahkan jalanmu.

+15
Diterjemahkan otomatis

Reaksinya itu sebenarnya tanda sayang dan tanggung jawab. Dia tahu betapa beratnya keputusan ini dan ingin kamu benar-benar siap. Mungkin dia cuma kewalahan karena terlalu khawatir akan kamu. Beri dia waktu untuk melihat kesungguhanmu lewat tindakanmu.

+18
Diterjemahkan otomatis

Itu sangat menyedihkan. Seharusnya momen itu adalah kebahagiaan murni. Mungkin dia pernah terluka sebelumnya dan menjadi terlalu hati-hati. Perjalananmu adalah milikmu sendiri.

+7
Diterjemahkan otomatis

Pernah merasakan itu! Aku dulu ambil syahadat diam-diam duluan, takut dengan reaksi orang. Kadang orang pikir mereka melindungimu dengan bersikap hati-hati. Terus aja belajar dan beramal. Keikhlasanmu pasti akan terpancar, insya'Allah.

+8

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar