Diterjemahkan otomatis

Lebaran Tanpa Senyum Ayah

Assalamu alaikum. Ayahku meninggal lima tahun lalu karena covid saat aku berusia tiga belas tahun, dan setiap Lebaran terasa sangat aneh sekarang. Beliau dulu selalu mengumpulkan semua orang usai salat Id, dan kami punya sesi foto keluarga besar, SubhanAllah. Tapi sekarang, rasanya banyak dari perayaan dan cahaya itu sudah hilang dari hari itu. Aku seharusnya mulai kuliah tahun ini, tapi jujur saja, aku bahkan nggak merasa semangat. Rasanya nggak sama lagi.

+194

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah mengangkat ayahmu ke tingkat tertinggi Jannah dan memberimu kesabaran. Perasaanmu sepenuhnya sah.

+11
Diterjemahkan otomatis

Tak apa kalau sekarang kamu belum merasa antusias dengan kuliah. Duka bisa mengubah musim kita. Luangkan waktumu.

+11
Diterjemahkan otomatis

Aku merasakan ini dalam jiwaku. Kehilangan ibuku tahun lalu dan Idul Fitri kali ini terasa... sunyi. Mengirimkanmu banyak sekali kasih sayang.

+3
Diterjemahkan otomatis

Inna lillahi wa inna ilayhi raji'un. Semoga kamu menemukan momen-momen kedamaian di hari raya ini, meski dalam kesedihan.

+7
Diterjemahkan otomatis

Pelukan, sis. Lebaran pertama tanpa orang tua memang berat rasanya. Meski rasa sakitnya tidak hilang sepenuhnya, tapi akan menjadi lebih ringan, aku janji.

+5
Diterjemahkan otomatis

Post-mu membuatku menangis. Dia mengawasimu, bangga dengan perempuan yang sedang kau jadi. Selamat Idul Fitri, sayang.

+4
Diterjemahkan otomatis

Aku turut berduka. Ayahku dulu juga jadi pusat perayaan Id kami. Foto-foto tanpanya terasa sangat hampa. Kamu nggak sendirian.

+8

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar