Diterjemahkan otomatis

Krisis Energi Melanda Filipina

Krisis Energi Melanda Filipina

Filipina udah nyatain keadaan darurat nasional gara-gara pasokan energi yang makin menipis, efek langsung dari konflik Amerika-Iran. Negara yang sangat tergantung sama impor ini cuma punya sisa bahan bakar rata-rata sekitar 45 hari. Karena pemasok utama kayak Arab Saudi sama Uni Emirat Arab terganggu perang, harga bensin di pom melonjak hampir 200%, terutama buat solar sama minyak tanah. Ini jadi beban berat buat banyak orang yang hidup dari upah minimum. Meskipun ada bantuan yang datang lewat pengiriman minyak mentah Rusia, kilang minyak domestik yang cuma satu itu nunjukin betapa rentannya negara ini sebagai pengimpor energi bersih. https://www.thenationalnews.com/business/energy/2026/03/24/how-the-philippines-state-of-emergency-show-the-vulnerability-of-net-energy-importers/

+31

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Ini sangat buruk. Banyak orang tidak mampu menghangatkan rumah mereka atau berangkat ke tempat kerja karena konflik di sisi lain dunia. Pemerintah harus bertindak lebih cepat.

+1
Diterjemahkan otomatis

45 hari lagi... Ini menakutkan. Harap kiriman dari Rusia itu sampai tepat waktu.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar