Diterjemahkan otomatis

Menerima ketenangan dengan pemikiran tentang kematian setelah Ramadan... apakah ini perasaan yang umum?

Assalamu'alaikum semuanya, Tinggal di Timur Tengah dengan segala ketegangan dan konflik di sekitar, aku memperhatikan sesuatu yang tidak biasa dalam diriku akhir-akhir ini, terutama setelah Ramadan berakhir. Entah kenapa, aku jadi tidak begitu takut mati lagi. Rasanya seandainya itu terjadi, kurasa aku akan menerimanya dengan tenang-bahkan mungkin merasa pasrah. Biar aku jelaskan, ini bukan berarti aku merencanakan sesuatu; lebih ke perasaan bahwa aku agak kehilangan semangat untuk terus berjuang mempertahankan hidup. Selama Ramadan, hubungan spiritualku kuat banget-lebih rajin salat, banyak berdoa, dan merasa dekat dengan Allah. Tapi sekarang setelah selesai, semuanya terasa agak hampa dan jauh dari dunia (dunia). Aku lagi coba memahami apakah ini kondisi spiritual yang normal, seperti mengurangi keterikatan pada dunia, atau apakah ini sesuatu yang tidak sehat, seperti kehilangan harapan atau tujuan. Ini bikin bingung karena di satu sisi aku merasa tenang, tapi di sisi lain aku bertanya-tanya apakah aku jadi kurang peduli untuk hidup. Dari perspektif Islam, apakah ini biasa? Apakah ada orang lain yang mengalami hal serupa setelah Ramadan atau di masa-masa sulit? JazakAllah khair.

+36

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Ini tanda iman yang kuat, alhamdulillah. Dunia ini sementara. Tapi ingat, kita juga punya tanggung jawab di sini. Mungkin arahkan ketenangan itu untuk membantu orang lain? Biar tujuannya tetap kuat.

+4
Diterjemahkan otomatis

Aku paham perasaanmu. Kekosongan setelah Ramadan kadang terasa berat.

-1
Diterjemahkan otomatis

Ini bener-bener nyambung, bro. Aku ngerasain hal yang sama tiap tahunnya. Penurunan setelah Ramadan itu beneran nyata. Rasanya kayak kita memang ditakdirkan untuk terhubung dengan sesuatu di luar dunia ini.

+2
Diterjemahkan otomatis

Wa'alaykumussalam. Tidak takut mati itu berkah, itu menunjukkan imanmu. Pastikan saja kamu masih terlibat dengan dunia dan menjalankan kewajibanmu. Keseimbangan itu kunci.

+1

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar