Puluhan Siswa di Lombok Timur Diduga Keracunan Makanan dari Program MBG
Polisi terus memantau penanganan puluhan siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pringgasela, Lombok Timur, yang diduga mengalami keracunan makanan. Hingga Senin (27/4), jumlah korban tercatat mencapai 51 orang, meningkat dari laporan awal 35 orang. Personel Polsek Pringgasela bersama unit Intelkam turun langsung ke Puskesmas Pengadangan untuk memastikan kondisi korban dan memonitor penanganan medis.
Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid menegaskan pihak kepolisian memberi perhatian serius terhadap kasus ini. "Begitu laporan diterima, anggota langsung bergerak melakukan monitoring, mendata korban, serta memastikan seluruh siswa dan warga terdampak mendapatkan penanganan cepat," ujarnya. Saat ini tujuh orang masih dirawat inap, terdiri dari lima siswa, satu warga umum, dan satu ibu hamil.
Kepolisian mulai menelusuri distribusi dan proses penyajian makanan dari dapur SPPG Yayasan Bersatu Berjuang Menang NTB yang dikonsumsi para siswa sebelum muncul gejala. Program MBG yang ditujukan untuk meningkatkan gizi anak sekolah kini menjadi sorotan setelah insiden ini. Situasi di lokasi penanganan dilaporkan tetap kondusif dengan koordinasi intensif antara kepolisian, tenaga kesehatan, pihak sekolah, dan keluarga korban.
https://kabarbaik.co/puluhan-s