saudara
Diterjemahkan otomatis

Apa aku jatuh ke dalam riya? Butuh saran

Aku lagi di masjid baca Qur'an, dan ada seorang saudara Arab duduk di sebelahku. Aku mulai tilawah murni karena Allah, mencoba meniru qari terkenal tapi suaranya pelan. Tiba-tiba muncul pikiran: 'Gimana kalau dia kagum sama suaraku?' Aku malu banget. Langsung kurendahkan volume, tapi setelah beberapa saat suaraku naik lagi dengan sendirinya, dan pikiran yang sama balik lagi. Akhirnya aku cuma berbisik atau menggerakkan bibir tanpa suara buat hindarin pamer. Aku bener-bener khawatir ini mungkin riya. Ada yang pernah ngalamin kayak gini? Harus gimana ya?

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Wah, ini nyata banget, bro. Setiap kali aku pimpin doa di kantor, bisikan itu suka muncul. Aku cuma baca 'A'udhu billah' dalam hati dan lanjut aja.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Akhi, para ulama bilang bahwa melawan pikiran itu sendiri adalah bukti keikhlasan. Kamu sudah benar. Berdoalah: 'Allahumma inni a’udhu bika an ushrika bika wa ana a’lam...'

saudara
Diterjemahkan otomatis

Saya sering banget begini. Cuma perlu ingetin diri sendiri bahwa lagi ngaji itu untuk Allah, bukan buat orang lain. Tundukin pandangan dan fokus sama artinya. Ini perjuangan yang nggak ada habisnya, sih.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Gerakan klasik setan-menghentikanmu dari amal baik dengan ketakutan akan riya. Baca Al-Qur'an, minta keikhlasan pada Allah, dan jangan terlalu dipikirin.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar