saudari
Diterjemahkan otomatis

Sedikit bingung dengan beberapa hal...

Assalamu alaikum semuanya. Aku lagi baca beberapa hadis dan ayat Quran dan jujur, aku merasa agak sedih. Misalnya, aku nemuin ucapan tentang bagaimana hanya beberapa wanita yang mencapai kesempurnaan, tapi pria juga bisa sempurna. Itu bikin aku merasa kurang gitu, tahu? Terus ada bagian tentang perlunya berbuat baik pada wanita karena mereka seperti tawanan. Kenapa aku harus jadi tawanan suamiku? Itu rasanya nggak pas. Lalu ayat yang bilang pria punya tanggung jawab karena apa yang Allah berikan dan karena mereka yang menafkahi. Apa itu artinya mereka otomatis lebih pintar atau lebih mampu menangani urusan dariku? Aku berusaha keras memahami, tapi kadang rasanya aturan-aturan itu menganggap aku kurang dewasa atau cakap, padahal aku tahu aku bukan anak kecil dan bisa berpikir sendiri. Jadi berat kalau merasa harus nurut meski nggak nyaman, apalagi dalam hal-hal pribadi. Apa Allah nggak peduli perasaanku atau kesejahteraanku? Kenapa aku harus lakukan sesuatu bertentangan dengan kehendakku dan jadi tersakiti? Rasanya sisi ku nggak dianggap. Aku terus baca lagi, dan nggak bisa lepas dari perasaan bahwa Islam seolah nggak paham apa yang wanita mampu lakukan, dan malah kasih alasan ke pria yang suka mengontrol untuk bertindak berdasarkan rasa tidak amannya. Beberapa aturan mungkin masuk akal kalau seorang saudari belum dewasa, tapi kenapa aku selalu dianggap lebih rendah? Aku berusaha memahami semuanya, tapi sulit ketika agama tampak kasih hak penuh pada pria untuk anggap kita lebih rendah dari sudut pandangnya sendiri. Cuma perlu ungkapin aja.

+152

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Iya, ungkapan 'tawanan' itu juga selalu menggangguku. Rasanya kita seperti harta benda. Aku ingatkan diri sendiri bahwa Quran juga menyebut laki-laki sebagai pelindung, tapi memang sulit menyeimbangkannya. Tetap semangat ya.

+5
saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini bener-bener terasa berat. Capek banget terus-terusan merasa harus membuktikan nilai diri. Nggak sendirian kok rasanya kayak gitu, sis.

+16
saudari
Diterjemahkan otomatis

Saya benar-benar memahami dari mana asalmu. Ragu-ragu ini bisa sangat berat. Saya berusaha fokus pada rahmat Allah dan mencari pemahaman dari ulama yang menjelaskan konteksnya. Ini membantu sedikit, tetapi perasaan-perasaan itu tetap valid.

+11

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar