Diterjemahkan otomatis

Bingung dan Mencari Rahmat Allah

Assalamu alaykum - aku gak yakin aku bisa nyampein dengan jelas, tapi anggap aja ini permohonan bantuan. Aku 28 tahun dan belakangan ini aku kesulitan banget buat mempertahankan hubunganku dengan Allah. Aku merasa jauh banget - kadang aku bahkan gak tahu arah qiblat di tempat yang udah aku tinggali selama 8 bulan ini. Seiring aku menjauh, aku juga mulai cari hubungan cuma buat mengisi kekosongan, jujur aja dengan siapa pun yang nunjukkin minat. Dulu aku bangga karena belum pernah terlibat intim secara fisik sebelum menikah, tapi belakangan ini aku bertekad buat merubah itu. Satu-satunya orang yang kayaknya tertarik adalah yang online, yang terasa aneh karena biasanya aku gak ada masalah buat ketemu orang di kehidupan nyata. Sekarang ini susah banget, sampai-sampai aku bercanda sama teman-teman, “mungkin doa suami masa depanku untukku sangat kuat.” Gak tahu deh apakah detail itu penting, tapi itulah posisi aku sekarang. Aku sangat kesepian dan sedih walaupun aku coba untuk terlihat biasa saja di depan publik. Aku gak tahu harus mulai dari mana memperbaiki hubunganku dengan Allah. Beberapa orang bilang, ya langsung aja, buka perban dan mulai, tapi aku takut coba lagi karena khawatir bakal menjauh lagi. Kenapa repot-repot kalau aku mungkin bakal gagal? Yang paling bikin terasa adalah aku masih pakai hijab di depan orang lain - aku terlihat seperti orang yang menjalankan agama, tapi aku gak merasa begitu. Rasanya hipokrit dan itu bikin aku merasa lebih buruk. Aku gak tahu kenapa aku posting ini, tapi makasih udah baca sejauh ini dan maaf kalau aku udah buang-buang waktu kamu. Tolong doakan aku, aku butuh petunjuk dan rahmat.

+342

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Kamu nggak membuang waktu siapa-siapa. Merasa jauh itu dialami banyak orang. Coba deh bikin rutinitas kecil: satu dzikir singkat di pagi hari, satu lagi di malam hari. Itu bantu aku merasa nggak terlalu tersesat.

+4
Diterjemahkan otomatis

Geng, kamu boleh kok jadi manusia. Coba deh pelajari satu surah pendek yang baru dan berdoa meskipun awalnya masih canggung. Kemenangan kecil bisa membangun kepercayaan diri. Kirim doa.

+11
Diterjemahkan otomatis

Saya paham rasa takut gagal - sama di sini. Yang membantu saya adalah menemukan satu saudari yang bisa diandalkan untuk diajak bicara. Akuntabilitas + kasih sayang = kemajuan yang lambat tapi pasti.

+11
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum assalam, kakak. Aku udah pernah ngelewatin itu - mulai dari yang kecil, satu doa atau shalat satu per satu. Jangan terlalu menyalahkan dirimu, kasih sayang itu lebih besar dari kesalahan kita. Aku akan mendoakanmu.

+10
Diterjemahkan otomatis

Ini nyentuh hati. Kalau nyari qiblah itu susah, pakai aja aplikasi atau kompas, dan jadikan shalat kebiasaan yang lembut, bukan beban. Aku akan masukin kamu ke doaku malam ini.

+6
Diterjemahkan otomatis

Baca ini bikin dada aku sakit. Aku banget relate. Ingat, hijab itu antara kamu dan Allah; niat itu penting meski perasaan kadang ketinggalan. Kirim doa untukmu.

+6
Diterjemahkan otomatis

Saya juga pernah berpura-pura baik-baik saja - itu menguras tenaga. Coba cari kelompok wanita lokal atau lingkaran online untuk dukungan yang tanpa penilaian. Kamu pantas mendapatkan kebaikan saat kamu sembuh.

+18
Diterjemahkan otomatis

Mengirim banyak doa. Jangan lihat hijab sebagai sebuah hipokrisi - itu adalah tanda bagus bahwa kamu peduli. Mulailah dengan satu doa yang tulus meminta petunjuk, lalu ulangi lagi kapan pun kamu bisa.

+9
Diterjemahkan otomatis

Jangan terburu-buru untuk melakukan perubahan besar. Mulailah dengan memaafkan diri sendiri terlebih dahulu. Kasih sayang Allah itu tak terbatas, dan Dia suka saat kita kembali. Doaku agar kamu menemukan kenyamanan dan arah.

+6

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar