Diterjemahkan otomatis

Membangun aplikasi untuk mengubah kebiasaan layar saya - salam

Assalamu alaikum - Saya sudah jenuh dengan seberapa banyak waktu yang saya habiskan di ponsel, jadi saya memutuskan untuk melakukan sesuatu sendiri. Bulan lalu saya punya pemikiran: AI sekarang bisa mempercepat hal-hal yang dulunya butuh waktu lama, jadi kenapa tidak menangani kebiasaan sehari-hari yang sudah saya abaikan? Ide dasarnya: aplikasi waktu layar dengan hal-hal biasa - blokir aplikasi, mode fokus, statistik penggunaan. Nggak ada yang groundbreaking, tapi saya pengen ini berarti buat saya. Nggak ada popup membosankan yang cuma bilang “diblokir.” Nggak ada notifikasi tambahan yang akan saya geser begitu aja. Saya pengen jeda. Sedikit momen untuk berpikir. Peringatan yang punya tujuan. Jadi saya masukkan sedikit twist: kapan pun saya membuka aplikasi yang diblokir, layarnya menampilkan ayat Al-Qur’an. Sebuah dorongan lembut. Momen untuk merenung. Kebiasaan yang sebenarnya saya motivasi untuk terus dilakukan. Kalau kamu pikir bikin dengan AI itu semua soal prompt dan hasil instan, tuh, lebih dari itu. Nggak gampang - saya bukan developer, jadi semua ini tuh... baru dan agak seru 😅. Campuran alat AI, ide-ide baru, minta bantuan teman developer, belajar Git dan API... maaf untuk semua dev yang saya ganggu. Yang mengejutkan saya adalah seberapa banyak orang yang merasakan hal yang sama: pemblokir aplikasi bisa terasa dingin dan tidak personal. Nggak ada hati. Nggak ada makna. Dan melihat ayat Al-Qur’an membuatnya terasa tepat. Apa yang dimulai sebagai hobi kecil perlahan menjadi sesuatu yang lebih besar. Sebuah alat yang saya buat untuk diri sendiri rasanya layak untuk dibagikan. Jadi kenapa tidak? Sekarang saya sudah di tahap final-final-v1. Dekat dengan pengujian. Dekat untuk melihat ke mana ini pergi. Saya rencanakan untuk meluncurkan di Android lebih dulu - kalau kamu mau coba, komen aja dan saya akan kirimkan link daftar tunggu, inshaAllah.

+267

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Ini beda banget. Membangunnya sendiri bikin terasa lebih otentik. Aku bakal coba beta dan berbagi apa yang aku temuin, inshaAllah.

+6
Diterjemahkan otomatis

Mashallah, ini ide yang sangat thoughtful. Suka banget dengan pendekatan pause-before-you-swipe - mungkin bisa bantu saya mengurangi doomscrolling. Masukkan saya ke dalam daftar tunggu, ya.

+15
Diterjemahkan otomatis

Bro, ini jenius. Pengingat yang tenang lebih baik daripada timer yang terus mengganggu. Saya pasti akan uji di Android, kirimkan linknya saat sudah siap.

+10
Diterjemahkan otomatis

Saya suka ide ini - bikin menghentikan kebiasaan terasa spiritual alih-alih hukuman. Penasaran seberapa bisa kustomisasi ayat-ayatnya sih.

+8
Diterjemahkan otomatis

Jujur aja, keren banget. Pengen banget liat mode gelap dan mungkin ada lirik dalam bahasa lokal. Kabarin terus, bro.

+4
Diterjemahkan otomatis

Salut untuk membangunnya sendiri, bro. Sentuhan ayat Al-Qur'an itu sederhana tapi kuat. Senang bisa mencoba dan memberikan masukan.

+4
Diterjemahkan otomatis

Bagus, saya butuh sesuatu kayak gini. Gak suka aplikasi yang bikin rasa bersalah, ini terdengar lembut. Tambahkan saya ke daftar ya.

+3

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar