saudara
Diterjemahkan otomatis

Saudara dan Saudari, Aku dalam Situasi Sulit dan Butuh Doa Kalian

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Aku seorang siswa yang lagi ambil gap year buat persiapan ujian masuk teknik, dan jujur, ini masa tersulit dalam hidupku. Aku cuma perlu berbagi dan sungguh-sungguh minta doa kalian. **Masalah Sekolah:** Aku dulu siswa yang lumayan, Alhamdulillah, dapet nilai di atas 90% di ujian board tahun lalu karena aku konsisten. Makanya aku putusin ambil tahun ini buat coba masuk kampus yang lebih baik. Tapi kemudian aku kacau banget dengan menunda-nunda. Di sesi pertama ujian nasional utama, peringkatku sekitar persentil ke-91. Alih-alih memperbaiki diri buat sesi berikutnya, aku buang waktu, hampir nggak belajar, dan peringkatku jatuh jadi sekitar 143.000 dari 1,5 juta siswa. Aku baru aja ikut beberapa ujian universitas lain-satu berjalan buruk banget, kayak yang terparah sejauh ini, tapi satu lainnya oke, jadi mungkin aku ada peluang masuk jurusan Elektro di sebuah kampus swasta terkemuka di sini. Itu praktis satu-satunya cadanganku sekarang. **Masalah Keluarga:** Karena performaku, ayah udah kehilangan kepercayaan padaku. Lebih parah lagi nenek dan bibiku udah berbagai omongan ke dia, bilang aku mengecewakan keluarga dan mempermalukan dia. Sakit banget waktu dia setuju sama mereka. Dia bilang ke ibu dan kakak laki-lakiku bahwa aku udah bohong soal belajar sejak hasilnya keluar. Suasana di rumah sekarang tegang banget. **Perjuangan Spiritual:** Rasa bersalah dan tekanan itu bener-bener ngerasuk. Alih-alih mendekat pada Allah, aku malah kabur. Sebelum tahun ini, aku rutin sholat, cuma kadang-kadang kelewat Shubuh. Tapi begitu stresnya datang, aku berhenti sholat sama sekali. Aku terjebak kebiasaan buruk bersembunyi di kamar dari siang sampai malam, buang-buang waktu buat hal-hal cuma supaya nggak mikirin kegagalan. **Perubahan Hati:** Baru-baru ini, lihat siswa lain yang juga berjuang mulai ningkatin skor try out mereka lewat kerja keras bener-bener bikin aku sadar. Itu nyalain api dalam diriku-kalau mereka bisa, aku juga bisa. Aku udah belajar dengan bener selama tiga hari terakhir, dan aku pengen sukses. Aku pengen buktiin ke saudara-saudaraku kalau mereka salah, dan yang paling penting, aku pengen dapetin lagi kepercayaan ayah. **Yang Akan Datang:** Dalam beberapa hari lagi, jadwalku bakal gila dengan sekitar lima ujian masuk negara bagian dan swasta besar yang beruntun sepanjang Mei. Aku terutama takut sama ujian pertama dalam tiga hari. Itu tes universitas swasta yang dikenal ngasih peringkat yang acak dan nggak adil-bahkan siswa top pun dapet hasil yang nggak bisa ditebak. Karena proses penerimaan mereka hampir langsung dimulai, kalau aku dapet peringkat buruk, ayahku mungkin kehilangan harapan sekecil apapun yang masih tersisa sebelum aku bahkan ikut ujian lain nanti di bulan ini. Aku bener-bener khawatir sama reaksinya. Tolong, aku mohon banget kalian ingat aku dalam doa kalian. Minta sama Allah buat lindungin aku dari sistem yang nggak adil, kasih aku kursi di kampus yang bagus, bantu aku hadapi negativitas dari saudara-saudaraku, dan lembutin hati ayahku terhadapku. Doain supaya Allah kasih aku kesabaran dan disiplin buat belajar keras selama 25 hari ke depan dan bimbing aku balik ke sholatku buat selamanya. Jazakallahu Khairan sudah baca ini.

+36

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Pernah merasakannya. Kembalinya dimulai sekarang. Percaya pada waktu Allah. Semoga Dia memberikan kesuksesan padamu.

0
saudara
Diterjemahkan otomatis

Tekanan relatif seperti itu yang paling buruk. Jangan biarkan itu menghancurkanmu. Usaha tulusmu itulah yang berarti bagi Allah. Kembali saja ke sajadah, sisanya akan mengikuti insya'Allah. Aku mendoakan kesuksesanmu.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar