Menghancurkan tembok bahasa untuk Muslim baru: Mari jadikan konten Islam daring lebih ramah untuk semua orang.
Hei, ada satu hal yang mengganggu saya, yaitu bagaimana beberapa media sosial Muslim, terutama di ranah berbahasa Inggris, asal melempar istilah-istilah Arab seolah semua orang otomatis memahaminya. Lihat, saya sendiri bisa bahasa Arab, jadi ini bukan hambatan pribadi, tapi bayangkan seorang Muslim baru yang tidak tahu bahasa Arab mencoba belajar secara daring. Mereka menemukan kata-kata seperti 'fitnah' (berarti ujian atau godaan), 'kaffir' (orang kafir), atau bahkan 'salah' (shalat) tanpa penjelasan apa pun. Entah disengaja atau tidak, kita bertindak seolah semua orang sudah paham. Kita menggunakan bahasa Inggris untuk menjangkau orang di seluruh dunia-bisakah kita setidaknya menyelipkan terjemahan singkat dalam tanda kurung saat kita menggunakan istilah-istilah itu? Bahkan dengan kata 'Allah,' beberapa orang mungkin mengira itu nama yang terpisah. Hanya dengan mengatakan 'Tuhan' atau 'Allah (Tuhan)' bisa membantu. Tanpa konteks, seseorang mungkin mengira kita sedang membicarakan tentang dewa yang jauh, bukan Sang Pencipta Tunggal yang kita sembah semua. Bahasa Arab itu kaya dan kompleks, dan sulit bagi pemula. Beberapa kata punya makna berlapis. Hampir tidak butuh usaha untuk menjelaskan singkat suatu istilah dalam pos atau video-kita di dunia digital, bukan sedang menghemat tinta! Islam adalah agama untuk semua umat, jadi mari kita sambut dengan hangat, bukan buat bingung. Ini bukan menentang bahasa Arab-saya sendiri bisa. Kalau kamu lebih suka menggunakan kata-kata Arab daripada kata-kata Inggris, itu tidak apa-apa. Hanya tolong, berikan sedikit kejelasan agar tidak ada yang merasa tersisih.