Opini Bahlil soal Idul Adha Berpotensi Menyesatkan Umat
Pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang menyebut setiap Muslim wajib menyembelih kambing saat Iduladha menuai sorotan. Ketua Umum Gerakan Muda (Gema) Nasional, Eko Saputra, menilai pernyataan tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa dalam ajaran Islam, ibadah kurban merupakan sunnah muakkadah bagi umat Islam yang memiliki kemampuan secara ekonomi, bukan kewajiban bagi seluruh Muslim tanpa pengecualian. "Jangan sampai pejabat publik menyampaikan pernyataan yang dapat menyesatkan pemahaman umat mengenai syariat Islam. Tidak semua Muslim wajib menyembelih kambing atau hewan kurban pada Hari Raya Iduladha," tegas Eko.
Gema Nasional mengingatkan bahwa masih banyak masyarakat yang secara ekonomi belum mampu berkurban, sehingga narasi yang terkesan mewajibkan dapat menimbulkan tekanan psikologis. "Kurban adalah ibadah yang mengandung nilai keikhlasan, kepedulian sosial, dan kemampuan. Jangan sampai substansi ibadah ini bergeser akibat pernyataan yang kurang tepat," lanjutnya.
Sebelumnya, Bahlil menulis opini di Harian Kompas pada 26 Mei 2026 yang menyamakan ibadah kurban seperti zakat fitrah dan menyatakan kewajiban menyembelih kambing bagi setiap Muslim setiap Iduladha. Gema Nasional mengajak pejabat publik lebih bijak dalam menyampaikan pernyataan terkait agama dan berharap ada klarifikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman yang lebih luas.
https://www.harianaceh.co.id/2