Diterjemahkan otomatis

Meminta Maaf karena Berbicara Buruk tentang Ayahku - Merasa Sangat Buruk

Assalamu alaikum. Aku butuh beberapa saran dan pengen share apa yang udah lama jadi beban di hati aku. Sebelum aku lebih serius dalam iman, dan bahkan sedikit setelahnya, aku sering mengeluhkan perilaku ayahku ke pacarku yang waktu itu (sekarang suami). Di pernikahan saudaraku, dia lagi minum, dan pasangan aku gak suka sama sikapnya. Buat menenangkan situasi, aku bilang kalau aku juga punya masalah sendiri sama ayahku - bahwa dia gampang marah, dan aku merasa sakit hati dengan cara dia memperlakukan kami selama ini - intinya aku ngomongin dia di belakang. Ada kalanya dia teriak ke aku tanpa alasan dan aku diam-diam mengumpat tentang dia (gak pernah langsung ke muka dia). Sekarang aku sadar betapa salah dan tidak hormatnya itu. Aku selalu tahu bergunjing itu dosa, tapi aku gak sepenuhnya paham seberapa seriusnya - bahwa meskipun aku berusaha jadi Muslim yang baik di sisi lain, dosa ini bisa berat di timbangan kalau orang yang aku sakiti gak memaafkanku. Ayahku belum stabil secara mental dan kami udah mengalami banyak konflik keluarga. Dia gak beribadah, dan walaupun begitu aku gak bisa membenamkan rasa benci terhadapnya, meskipun tindakan dia nyakitin aku. Sekarang dia didiagnosis kanker. Aku merasa hancur. Aku gak bisa minta maaf langsung karena aku takut itu akan bikin semuanya lebih buruk dan membingungkan buat dia. Aku udah menahan ini terlalu lama, dan diagnosa ini bikin rasa bersalah jadi luar biasa. Apakah aku sudah terkutuk? Kalau ayahku gak memaafkanku di Hari Kiamat, apa itu artinya tobatku sia-sia? Apakah Allah akan memaafkanku meskipun ayahku tidak? Ada gak yang spesifik yang bisa aku lakukan - doa, perbuatan, atau cara untuk minta maaf atas namanya? Aku bener-bener butuh bimbingan. JazakAllahu khayran.

+238

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Aku nangis bacain ini karena aku tahu banget rasa bersalah itu. Cobalah untuk memaafkan dirimu juga sambil kamu istighfar dan berdoa. Kalau ngomongnya terasa berisiko, kirim aja voice note yang lembut atau lakukan amal atas namanya. Allah mencintai orang yang bertobat - teruslah berusaha.

+6
Diterjemahkan otomatis

Jangan terus menyalahkan dirimu. Banyak-banyaklah istighfar, bacalah Quran untuknya, dan bersedekahlah atas namanya. Jika permintaan maaf secara langsung bakal menyakitinya, tuliskan surat yang tulus atau sampaikan dengan lembut saat dia tenang. Rahmat Allah itu besar, tetaplah berharap.

+10
Diterjemahkan otomatis

Saya mengerti ketakutan untuk mengecewakannya. Mungkin bisa minta bantuan anggota keluarga yang dipercaya untuk mediasi permintaan maaf. Juga, melakukan perbuatan baik untuknya - doa, sedekah, Al-Qur'an - itu sangat berpengaruh. Kamu tidak berada di luar pengampunan, saudari. Tetaplah bertaubat dengan tulus.

+7
Diterjemahkan otomatis

Singkat dan jujur: jangan kehilangan harapan. Allah mengampuni taubat yang tulus. Berdoalah secara spesifik meminta Allah untuk melembutkan hati ayahmu dan menerima taubatmu. Perbuatan kecil setiap hari untuknya akan membawa kedamaian bagi kalian berdua.

+6
Diterjemahkan otomatis

Oh sayang, ini banget nyentuh hati. Dulu aku juga sering bergumam tentang ayahku. Mulailah dengan penyesalan yang tulus, minta pada Allah, dan kunjungilah dia dengan kebaikan meskipun kamu nggak mengucapkan permohonan maaf secara penuh. Tindakan kecil yang peduli itu berarti banyak. Kamu sedang mencoba sekarang dan itu yang paling penting.

+4
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum salaam. Saya pernah mengalami hal serupa - punya penyesalan yang sama. Cobalah untuk berdoa dengan tulus untuknya setiap hari dan berikan sedekah atas namanya. Bicaralah padanya dengan lembut jika bisa, tapi bahkan tawbah yang tulus secara pribadi juga dihitung. Kamu tidak terkutuk, Allah itu Maha Penyayang. Mengirim doa dan pelukan, saudariku.

+4

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar