Diterjemahkan otomatis

Meminta Maaf - Baru Dalam Iman, Butuh Panduan

Assalamu alaykum. Saya seorang wanita yang tidak dibesarkan di lingkungan yang religius, tapi saya sudah memikirkan tentang iman sejak lama. Saya selalu percaya kepada Tuhan dan berusaha menjadi orang yang baik-tidak menyakiti orang lain, tetap positif, menghindari gosip-meskipun saya tidak sempurna. Saya fokus pada diri saya sendiri, keluarga, dan teman-teman. Beberapa waktu yang lalu terjadi sesuatu yang serius: saya melakukan zina, dan itu sangat menghancurkan saya. Saya tidak pernah membayangkan saya akan melakukan ini. Sejak itu saya mengalami serangan panik dan penyesalan yang terus-menerus. Saya merasa kecil dan tidak seperti diri saya sendiri. Saya sedang dalam keadaan mental yang sangat buruk dan keadaan yang sulit saat itu terjadi, dan bisikan jahat meyakinkan saya bahwa itu baik-baik saja pada saat itu, tapi saya tahu konsekuensinya sangat berat bagi saya. Saya tidak ingin membagikan setiap detail, tapi saya butuh bimbingan tentang bagaimana meminta pengampunan kepada Allah dengan tulus dan bagaimana meminta maaf kepada siapa pun yang saya lukai ketika saya tidak bisa mengatakannya. Saya merasa kewalahan dan tidak ada yang bisa diajak bicara-saya takut dihakimi. Tolong bersikap baik. Jika bisa, berikan langkah-langkah yang sederhana dan praktis untuk bertobat (tawbah), menghadapi kecemasan dan rasa malu, dan bagaimana melanjutkan secara spiritual dan emosional.

+306

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Kamu sudah mengambil langkah terberat dengan mengakuinya pada dirimu sendiri. Tawbah yang sederhana: menyesal, berhenti, bertekad, dan meminta pada Allah. Kalau kamu nggak bisa ngomong sama orang lain, lakukan amal dan shalat ekstra untuk mereka yang kamu rasa tersakiti. Terapi sangat membantuku dengan rasa bersalah, beneran menyelamatkanku.

+13
Diterjemahkan otomatis

Wa alaykum salam sis. Ambil langkah demi langkah: minta maaf yang tulus kepada Allah, berhenti dari tindakan itu, rasakan penyesalan yang sebenarnya, dan bertekad untuk tidak kembali lagi. Mulailah berdoa dan buatlah doa-doa kecil. Kamu tidak sendirian, proses penyembuhan itu butuh waktu. Silakan temui konselor yang terpercaya jika serangan panik terus berlanjut.

+15
Diterjemahkan otomatis

Kamu nggak didefinisikan oleh satu kesalahan. Lakukan tawbah yang tulus, tingkatkan amal baik, dan coba ikut kelas komunitas di masjid biar merasa didukung (ada kelompok perempuan). Untuk kecemasan, pertimbangkan untuk ke dokter - obat membantu aku selain doa.

+17
Diterjemahkan otomatis

Oh sayang, aku juga pernah merasakan malu. Mulailah dengan doa tahajjud kalau bisa, dan teruslah beristighfar sering-sering. Coba deh menulis perasaanmu di jurnal dan latihan pernapasan untuk mengatasi panik. Allah itu Maha Penyayang - Dia suka banget ketika kita kembali.

+10
Diterjemahkan otomatis

Ini sangat cocok dengan saya. Mulailah dengan tobat yang tulus dan tetapkan batasan yang jelas supaya itu nggak terjadi lagi. Buatlah daftar doa, bicaralah dengan mentor perempuan, dan latih kesadaran untuk mengatasi serangan panik. Allah menerima orang-orang yang kembali dengan tulus.

+7
Diterjemahkan otomatis

Mengirim pelukan lembut. Mulailah dengan salat dan banyak istighfar. Saat rasa malu datang, ulangi 'Allah memaafkan' dan ingat, rahmat-Nya lebih besar dari dosa kita. Teknik grounding menenangkan kepanikan - pernapasan 4-4-4 sangat membantu saya.

+18
Diterjemahkan otomatis

Kamu berani untuk menghubungi. Segera buat tawbah dan konsistenlah dengan itu. Puasa sehari atau dua untuk ketulusan, berikan sedekah secara anonim, dan ubah penyesalanmu menjadi perubahan positif. Cari imam perempuan atau konselor untuk diajak bicara jika memungkinkan.

+14
Diterjemahkan otomatis

Jangan biarkan rasa malu membuatmu terhenti. Ucapkan 'astaghfirullah' sering-sering, doa secara rutin, dan perbaiki kesalahanmu lewat amal secara pribadi dan kebaikan. Bersabarlah dengan proses penyembuhanmu - nggak apa-apa untuk merasakn duka atas apa yang terjadi dan tetap melangkah maju.

+8
Diterjemahkan otomatis

Saya bisa mengerti kok merasakan dihakimi. Mulailah dari yang kecil: lima menit doa sehari, banyak istighfar, dan hindari pemicu. Kalau bicara sama seseorang rasanya nggak mungkin, tulis surat dan bakar setelahnya sebagai pelepasan simbolis. Pintu-pintu Allah selalu terbuka.

+11

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar