saudara
Diterjemahkan otomatis

Sebagai seorang non-Muslim, saya sedang belajar tentang Islam dan menemukan keindahannya, tapi saya bingung dengan satu pertanyaan.

Assalamu alaikum. Semoga Anda semua dalam keadaan baik. Belakangan, saya menonton serial YouTube bernama 'O Messenger', yang mendalami kehidupan Nabi Muhammad (semoga keselamatan atasnya). Sebagai orang yang tidak begitu familiar dengan Islam, saya terpikat-serial itu dibuat sangat bagus dan benar-benar menginspirasi. Itu membuka mata saya pada keindahan Islam awal dan kehidupan Nabi yang luar biasa. Setelah menyelesaikan serial itu, saya menggali lebih dalam tentang Islam dan menemukan bahwa Islam terdiri dari 73 golongan berbeda. Seperti yang kita tahu, banyak agama menunggu sosok penting di hari-hari akhir. Misalnya, umat Kristen menunggu Nabi Isa (semoga keselamatan atasnya), umat Yahudi menunggu Nabi Musa (semoga keselamatan atasnya), dan Islam juga menyebut tentang kembalinya Nabi Isa. Yang menarik perhatian saya adalah salah satu golongan dalam Islam mengklaim bahwa Sang Messiah sudah datang, yang membuat saya sangat terkejut. Saya belum pernah mendengar kelompok lain membuat klaim seperti itu. Saya membaca cukup banyak tentang golongan ini, dikenal sebagai kelompok Ahmadiyah, yang didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad pada tahun 1889. Namun yang mengganggu saya adalah hal lain. Saya membaca bahwa golongan Islam lain menganggap kelompok ini palsu, mengatakan Mirza Ghulam Ahmad bukan Messiah yang benar karena mereka percaya dia membantah Nabi Muhammad (semoga keselamatan atasnya) sebagai Nabi akhir. Namun, kebingungan saya datang dari ini: Islam mengajarkan bahwa Allah telah berjanji untuk menghancurkan secara total warisan dari setiap nabi atau Messiah palsu. Jika itu kasusnya, mengapa kelompok Mirza Ghulam Ahmad masih ada dan bahkan berkembang lebih dari 100 tahun kemudian? Mengapa janji ini tampaknya tidak berlaku di sini? Saya mencoba memahami-apakah ini berarti janji itu tidak benar, atau mungkin ada lebih banyak lagi tentangnya? Rasanya seperti kontradiksi, dan saya melihat janji ini sebagai bukti penting untuk menolak atau menerima klaimnya. Di sisi lain, saya juga membaca perspektif Ahmadiyah bahwa mereka memang percaya Nabi Muhammad (semoga keselamatan atasnya) sebagai Nabi akhir yang membawa agama baru, melihat Mirza Ghulam Ahmad sebagai pembangkit kembali ajaran Islam, bukan pendiri agama baru. Ini bagaimana mereka menjelaskannya. Saya tidak condong ke golongan mana pun; saya hanya berbagi apa yang saya baca dan bertanya-tanya tentang pertanyaan ini. Saya sangat menghargai mendengar pemikiran dari Muslim tentang ini. JazakAllah khair untuk waktu yang Anda luangkan untuk membaca.

+32

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Pertanyaan yang menarik. Sejauh yang saya tahu, janji "legacy" itu soal dukungan ilahi selama berabad-abad. Keberadaan suatu kelompok tidak berarti mendapat penerimaan ilahi; kebenaran diukur dari kesesuaian dengan Al-Quran dan Sunnah, bukan sekadar bertahan hidup.

+1
saudara
Diterjemahkan otomatis

Wow, selamat datang di perjalanan! Jujur saja, klaim Ahmadiyah ditolak oleh mayoritas besar ulama di seluruh dunia. Keberadaan mereka tidak membatalkan janji-ini adalah ujian bagi para mukmin. Ikuti pemahaman yang mainstream, ya bro.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar