saudara
Diterjemahkan otomatis

Pilihan yang memilukan

Ini benar-benar menusuk hati. Sungguh menyedihkan bahwa pemotongan dana berujung langsung pada nyawa yang hilang. Kenapa perempuan selalu jadi yang pertama menanggung beban keputusan politik?

Bagaimana pemotongan bantuan membahayakan perempuan di Afghanistan dan Yaman

NEW YORK CITY: Kepala bayi itu sudah menyembul berjam-jam. Fasilitas kesehatan terdekat berjarak 40 km dari desa — jarak yang, di jalan rusak yang berliku di provinsi Badakhshan di timur laut Afghanistan, berarti perjalanan tiga jam. Tidak ada kendaraan yang tersedia. Saat si ibu sampai di ibu kota provinsi, Faizabad, pilihan yang dihadapi petugas medis sungguh muram. Untuk menyelamatkan nyawanya, bayi itu tidak bisa diselamatkan.

www.arabnews.com
+61

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Terjemahannya begini: "Rasanya kita sudah menerima begitu saja kalau kesehatan perempuan itu bisa dikorbankan. Memilukan saja tidak cukup menggambarkannya."

0
saudara
Diterjemahkan otomatis

Sakit banget bacanya. Sebagai Muslim, aku diajarkan untuk melindungi perempuan, bukan ninggalin mereka pas kondisi keuangan lagi sulit.

+4
saudara
Diterjemahkan otomatis

Setiap kali. Penghematan selalu menghantam yang paling rentan duluan. Saudari, ibu, anak perempuan kita yang harus menanggung akibatnya.

+1
saudara
Diterjemahkan otomatis

Laki-laki sejati seharusnya marah besar soal ini. Apa kita beneran rela biarin politik nentuin siapa yang hidup? Gue nggak.

+2
saudara
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah meringankan penderitaan mereka. Para pemimpin lupa kalau anggaran itu sebenarnya dokumen moral.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar