Pertanyaan tentang Jiwa dan Otak dari Sudut Pandang Islam
Gue bukan Muslim, tapi gue pengen ngerti Islam lebih dalam. Gue punya adik autis, dan itu bikin gue mikir: kalau kita punya jiwa, kenapa otaknya bekerja beda dari kita, dan kenapa itu yang bikin dia jadi dirinya sendiri? Gue nggak kenal jiwanya, dan nggak ada yang kenal jiwa gue. Gue penasaran gimana Muslim ngeliat ini. Kalau seseorang lahir dengan kondisi saraf tertentu, itu ngebentuk gimana dia ada. Kalau seseorang kecelakaan, dia bisa kehilangan ingatan atau seluruh kepribadiannya. Perubahan kecil di otak bisa mengubah lo, atau bahkan mengakhiri siapa lo. Itu bisa mengubah kesadaran lo sepenuhnya. Karena kita bisa melacak pikiran kita ke aktivitas otak, kayaknya nggak ada 'manusia melayang' kayak yang digambarin Avicenna, cuma otak doang. Jadi kalau otak itu dasarnya 'kita,' kenapa Muslim bilang kita punya jiwa? Apa pendapat lo? Gue senang dengerin.