Apa cuma aku yang merasa?
Assalamu alaikum semuanya. Kadang aku merasa Islam dan budaya sudah sedemikian melekat sampai sulit membedakannya. Di daerahku, seolah-olah Islam dipakai untuk menyebarkan rasa takut ke anak-anak dan perempuan, menggambarkan Allah cuma sebagai sumber ketakutan, bukan rahmat. Ada juga patriarki yang kuat di keluarga di mana laki-laki punya kuasa lebih dari yang sebenarnya diajarkan Al-Quran, mengingatkanku pada beberapa praktik budaya. Bikin sebel sih, karena cara nakut-nakutin ini nggak sepenuhnya dari agama; itu merayap masuk dari budaya. Ditambah lagi, mereka sering banget nge-highlight hadis tentang hukuman sementara yang tentang rahmat diabaikan. Pasti nggak mungkin aku satu-satunya yang sadar akan hal ini, kan?