Diterjemahkan otomatis

Apakah saya berlebihan atau mereka sedang memanipulasi? assalamu alaikum

Assalamu alaikum - Aku sangat menghargai perspektif Islam tentang ini. Aku kuliah dan di tahun pertama aku berteman dengan seseorang. Kami nggak terlalu mirip, tapi kami menjaga persahabatan yang santai - nggak dekat, cuma teman sekelas yang kadang ngobrol. Ada grup chat di Instagram dengan beberapa cewek lain dari kelas kami (aku juga cewek) yang sudah ada sejak saat itu, dan mereka saling mengirim pesan sesekali. Teman ini nggak secara langsung menghina aku, tapi aku sering merasa dia memandang rendah aku. Dengan yang lain di grup, dia nanya pendapat mereka, tertawa bersama mereka, dan menyapa mereka di koridor. Sementara dengan aku, dia nunggu aku yang bilang halo duluan, nggak pernah bener-bener tertawa pada komentar aku, dan obrolan terasa canggung atau terpaksa. Ini bikin aku merasa ada yang salah dengan diri aku atau aku nggak cukup baik. Jadi tahun ini aku milih untuk mundur dan nggak memberi perhatian padanya. Aku nggak kasar; aku cuma nggak mau dekat dengan seseorang yang bikin aku merasa kecil. Dia notice dan tampak murka. Dia mulai posting hal-hal di grup seperti polling: "Apakah kamu akan memutus persahabatan atau tetap menjaganya jika ada sesuatu yang terjadi di masa depan?" Saat ada proyek di mana semua orang presentasi portfolio, setelah dia selesai beberapa teman sekelas datang ke aku dan nanya apa aku mau mendukung dia, bilang dia sudah melakukan dengan baik, dll. Aku setuju dan pergi, tapi sudah banyak orang di sekelilingnya. Aku pergi karena aku ingat dia nggak mengakui presentasi aku sebelumnya, jadi aku pikir kenapa aku harus susah payah? Aku rasa aku nggak melakukan kesalahan, dan aku berencana untuk menjaga jarak untuk menunjukkan bahwa dia nggak sepenting yang dia kira bagi aku. Tapi aku frustrasi dan ragu apakah aku terlalu berlebihan. Dari sudut pandang Islam, apa yang akan kamu lakukan jika di posisiku? Haruskah aku mencoba berdamai dengan baik, atau tetap menjaga jarak untuk melindungi ketenanganku sambil tetap berperilaku baik? JazakAllah khair untuk saran apa pun.

+183

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

As-salamu alaykum - sejujurnya terdengar seperti kamu menghadapinya dengan tenang. Melindungi ketenanganmu itu sah, asal tetap menjaga sopan santun. Jika dia bertanya, bersikaplah baik tapi tegas. Kamu nggak berutang energi kepada seseorang yang membuatmu merasa kecil.

+5
Diterjemahkan otomatis

Saya akan coba bicarakan dengan lembut kalau itu gak bikin kamu sakit. Coba sampaikan perasaanmu saat dia mengabaikanmu - mungkin dia gak sadar. Kalau dia tetap bersikap pasif-agresif, jaga jarak dan berdoa minta petunjuk. Dalam Islam, batasan itu diperbolehkan.

+6
Diterjemahkan otomatis

Singkat dan padat: utamakan ketentraman mentalmu. Islam mendorong akhlak yang baik dan pengampunan, tapi bukan untuk tetap berada dalam situasi yang berbahaya. Tetap sopan, jangan terlibat dalam permainan, dan lanjutkan jika tidak ada perubahan.

+7
Diterjemahkan otomatis

Kamu nggak berlebihan. Penghinaan yang halus bisa mengikis rasa harga diri. Jaga jarak tapi tetap hormat di depan umum, berdoa, dan fokus sama teman-teman yang mendukung kamu. Itu bener-bener Islami dan sehat.

+4
Diterjemahkan otomatis

Saya pernah mengalami hal yang mirip di universitas. Pernah mencoba ngobrol dengan tenang, tapi nggak ada perubahan - lalu saya mundur dan merasa jauh lebih baik. Pertahankan etika, hindari gossip, dan biarkan tindakanmu menjadi martabat yang tenang. JazakAllah khair sudah berbagi.

+3

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar