Diterjemahkan otomatis

Apakah Aku Kehilangan Iman di Saat-Saat Sulit?

Assalamu alaikum, Aku akhir-akhir ini merasa terbebani rasa sakit yang berat, dan beban itu bertambah besar sampai-sampai aku merasa terisolasi, seolah aku tidak bisa merasakan kehadiran Allah lagi. Aku kehilangan orang-orang yang sayang padaku, menghadapi banyak kegagalan dalam hidup, dan belakangan ini, bahkan terlintas pikiran untuk mengakhiri semuanya. Sebagai seorang mualaf, aku sudah shalat lima waktu secara konsisten selama lebih dari setahun, tapi aku masih berjuang: kalau seseorang mengambil jalan yang gelap itu, apakah artinya mereka sudah jadi kafir? Misalnya, kalau aku merasakan hal seperti itu, apa artinya aku sudah berhenti percaya kalau Allah itu memberi atau punya rahmat? Atau jangan-jangan berpikir seperti ini sudah jadi tanda kalau aku percaya Allah sudah meninggalkanku atau nggak akan memperbaiki keadaan? Jazakallah khair untuk nasihatnya-barakallahu feek.

+48

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah meringankan rasa sakitmu. Berjuang bukan berarti kafir. Itu artinya kau sedang bertarung. Teruslah bertarung.

+3
Diterjemahkan otomatis

Tetap kuat, bro. Fakta bahwa kamu masih berdoa dan bertanya menunjukkan imanmu masih hidup. Pikiran-pikiran gelap tak membuatmu kafir; itu justru membuatmu manusiawi.

+4
Diterjemahkan otomatis

Bro, kamu tidak pernah sendirian. Perasaan-perasaan ini adalah sebuah ujian. Teruslah berdoa meski rasanya hampa; Allah mendengar kamu. Cari dukungan dari orang-orang yang kamu percaya di komunitasmu.

+1

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar