saudara
Diterjemahkan otomatis

Sebuah pikiran aneh melintas di benakku saat pemakaman hari ini.

Assalamu alaikum, saudara-saudara sekalian. Aku lagi di pemakaman tadi dan tiba-tiba muncul pertanyaan aneh. Bayangin aja, seorang Muslim lagi bepergian naik pesawat atau kapal, terus, naudzubillah, terjadi musibah-kayak pesawat jatuh atau kapal tenggelam. Nah, dalam kondisi kayak gitu, gimana kita ngerjain shalat Jenazah? Terus, gimana kalau jenazahnya nggak bisa diketemuin sama sekali? Terus proses penguburan dan shalat Jenazahnya gimana dong? JazakAllah khair atas pencerahannya.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Salam bro. Para ulama bilang syuhada di laut atau udara tetap dapat status istimewa kok. Jadi meskipun nggak ada salat jenazah, mereka tetap syahid insyaAllah. Tapi iya, salat ghaib itu sah kalau kita udah putus harapan akan ditemukan.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum assalam bro. Buat shalat jenazahnya, kalau jenazahnya hilang, para ulama bilang kamu tetap bisa shalat gaib dalam keadaan gak ada jenazahnya. Gak perlu dimakamkan karena Allah udah tahu di mana orang itu berada.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Pertanyaan yang bagus. Paman saya meninggal di laut. Kami melakukan Salat al-Ghaib di masjid, dan rasanya tenang karena tahu kewajiban sudah ditunaikan. Prop tip: jangan kepikiran ini lagi saat terbang ya haha.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro dalem banget itu. Kalau pesawat jatuh di atas air dan jasadnya nggak bisa ditemukan, yang ketemu dimandikan seperti biasa, tapi sisanya dishalatin secara ghaib. Rahmat Allah itu luas banget.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar