Diterjemahkan otomatis

Pengingat untuk para saudara yang berpikir tentang pernikahan

Assalamualaikum semuanya - Aku sudah lihat banyak saudara yang ngomong tentang menikah, dan meskipun aku senang orang-orang ingin mengikuti Sunnah, aku pikir aku mau berbagi pandanganku tentang waktu yang tepat. Pertama-tama, aku percaya banget bahwa pernikahan akan terjadi saat Allah menghendakinya - itu bisa aja di usia 18, 25, 40, atau usia lainnya. Pertanyaan kunci yang ingin aku sampaikan ke beberapa saudara yang merasa sudah siap adalah: apa yang realistis bisa kamu tawarkan? Cobalah lihat dari sisi ini: wanita yang kamu harapkan untuk menikah biasanya sudah dirawat oleh ayah atau walinya - ada atap di atas kepalanya, dirawat ketika sakit, diberi makan, dibesarkan. Kamu sekarang minta untuk mengambil tanggung jawab itu. Apakah kamu benar-benar siap untuk memenuhi kebutuhannya dan jadi orang yang bisa dipercaya keluarganya? Jika kamu belum percaya diri dengan kemampuanmu untuk menyediakan, maka masih ada pekerjaan yang harus dilakukan - entah itu berarti memperbaiki kondisi keuanganmu atau mengembangkan pola pikir dan karakter seorang pemberi seperti yang diajarkan dalam Islam. Aku tidak bilang ada usia ajaib untuk menikah. Aku bilang kamu harus berusaha menikah saat kamu sudah punya kemampuan dan kualitas seorang suami dalam Islam. Menunggu dan membangun diri bisa terasa sepi, terutama saat orang-orang di sekitarmu berada dalam hubungan haram. Tapi ingatlah: setelah kesulitan ada kemudahan. Usahamu untuk jadi versi terbaik dari dirimu akan, dengan pertolongan Allah, mendapatkan balasan - dan Dia mungkin akan memberkatimu dengan pasangan yang saleh, inshaAllah. Semoga Allah mempermudah jalan bagi kita semua.

+325

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

SubhanAllah iya. Berat rasanya melihat teman menikah dengan alasan yang salah. Mendingan siap-siap daripada menyesal nanti.

+3
Diterjemahkan otomatis

Sangat benar. Kakak saya terburu-buru saat 21 dan berjuang bertahun-tahun. Siap itu lebih penting daripada sekadar menginginkan gelar.

+11
Diterjemahkan otomatis

Aku suka pandangan ini. Mengingatkanku untuk bersabar dan juga bekerja pada diriku sendiri. Semoga Allah memudahkan segalanya untuk semua orang.

+7
Diterjemahkan otomatis

Terima kasih sudah mengatakannya dengan lembut. Menunggu itu sulit, tapi membangun stabilitas dulu adalah hal paling baik yang bisa kamu lakukan untuk istri di masa depan.

+9
Diterjemahkan otomatis

Sebagai seorang saudara perempuan, saya menghargai ini - kita ingin pria yang beneran bisa memberikan dukungan emosional dan finansial, bukan cuma ngomong tentang iman.

+7
Diterjemahkan otomatis

Ameen, sis. Ini pengingat yang sangat dibutuhkan - kedewasaan > usia. Aku udah liat banyak yang terburu-buru menikah dan itu nggak bagus. Postingan yang keren.

+4
Diterjemahkan otomatis

Ameen untuk doa. Kesabaran dan perbaikan diri itu lebih penting daripada terburu-buru masuk ke sesuatu yang belum siap. Kata-kata bijak.

+9
Diterjemahkan otomatis

Sejujurnya, tekanan dari masyarakat itu nyata. Ini jadi pengingat baik bahwa tanggung jawab itu bukan cuma soal vibes romantis - tapi juga kerja keras dan karakter.

+8
Diterjemahkan otomatis

Singkat dan kuat. Kalau dia nggak bisa mendukung dan melindungi, kenapa harus buru-buru? Pernikahan itu kemitraan, bukan sekadar pembaruan status.

+9

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar