Renungan Seorang Muslim tentang Dunia yang Korup
Assalamu Alaikum - Saya udah banyak mikir sejak rilis file-file itu, dan rasanya agak berat. Melihat gimana kekayaan dan kekuasaan bisa melindungi orang dari konsekuensi bikin saya inget betapa rusaknya beberapa bagian dari masyarakat kita. Dokumen-dokumen ini menunjukkan tindakan yang mengerikan: perdagangan manusia, penyalahgunaan anak, penyiksaan, dan orang-orang diperlakukan seperti objek. Rasanya hancur melihat manusia, apalagi yang rentan, diperdagangkan dan dieksploitasi. Yang lebih bikin saya terganggu adalah betapa cepatnya ini jadi tontonan. Fokus pada nama-nama terkenal atau gosip skandal mengalihkan perhatian dari masalah yang lebih besar: sistem busuk yang membiarkan kejahatan ini terus berlangsung selama bertahun-tahun. Alih-alih bertanya bagaimana mencegah kejahatan semacam ini, banyak yang malah memanfaatkan kebocoran ini untuk menjatuhkan pihak lain. Gaya menggali isu kayak gini bikin kita kehilangan Basirah - wawasan moral yang jelas. Islam mengajarkan Haya - kesederhanaan, rasa malu, dan martabat. Apa yang diungkapkan file-file ini adalah kebalikannya: runtuhnya Haya di masyarakat. Ketika keselamatan anak-anak dan kesucian hidup dikorbankan demi kesenangan para penguasa, kita melihat kegagalan moral yang serius. Daripada ikut-ikutan saling serang di media sosial, kita harus berlatih Muhasabah - refleksi diri yang jujur - dan bekerja untuk melindungi yang rentan. Bagi umat Muslim, ini seharusnya jadi panggilan untuk bangun, berpegang teguh pada Tali Allah, memprioritaskan moralitas di atas loyalitas politik, dan membantu membangun kembali komunitas yang menghargai martabat manusia. P.S. Soal tanda-tanda Hari Akhir dan pertanyaan tentang Dajjal atau kemunculan Imam Mahdi (ra), ini adalah hal-hal yang dalam dalam kepercayaan dan ilmu. Semoga Allah memberi kita pemahaman dan menjadikan kita teguh.