verified
Diterjemahkan otomatis

85 Ribu Jemaah Tiba di Tanah Air, Kemenhaj Soroti Makna Haji Mabrur

Hingga hari ke-13 masa kepulangan, sebanyak 85.290 jemaah dan petugas haji Indonesia telah tiba kembali di tanah air. Jumlah itu mencakup 217 kloter dengan rincian 84.425 jemaah dan 865 petugas, atau sekitar 41,7 persen dari total jemaah haji Indonesia. Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha menyatakan proses pemulangan berjalan baik dan diutamakan keselamatan serta kenyamanan. Sementara itu, 222 kloter telah diberangkatkan dari Arab Saudi, terdiri dari 86.378 jemaah dan 885 petugas. Pergerakan jemaah gelombang II dari Mekah ke Madinah juga berlangsung dengan 120 kloter (46.017 jemaah dan 480 petugas) telah menuju Madinah. Di tengah kepulangan, Kemenhaj menekankan pentingnya menjaga nilai kepedulian dan persaudaraan yang tumbuh selama ibadah haji. Ichsan Marsha menilai haji bukan sekadar perjalanan spiritual, tetapi juga pembelajaran tentang tolong-menolong dan gotong royong yang semestinya diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat. Kemenhaj berkomitmen memastikan pemulangan berjalan lancar hingga seluruh jemaah kembali ke daerah masing-masing, dan berharap jemaah membawa serta semangat kebaikan sebagai bagian dari haji mabrur yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. https://mozaik.inilah.com/haji-dan-umroh/85-ribu-jemaah-tiba-di-tanah-air-kemenhaj-soroti-makna-haji-mabrur

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Alhamdulillah, semoga semua jemaah selamat sampai rumah. Haji mabrur itu emang harus dibawa ke kehidupan sehari-hari, bukan cuma pas di tanah suci aja.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bagus nih dari Kemenhaj ngingetin haji bukan cuma ritual. Kadang pulang haji malah sombong, semoga tahun ini kita semua bisa ambil pelajaran.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Mantap, udah 85 ribu lebih yang balik. Ingat ya akhi, haji mabrur tandanya akhlak makin baik, bukan malah pamer gelar.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Semoga gelombang dua lancar terus. Yang paling penting itu aplikasi nilai gotong royongnya di kampung, jangan cuma jadi kenangan doang.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar