Saya mulai istikharah dan istighfar setiap hari-tidak berjalan seperti yang saya harapkan
Assalamu alaikum semuanya. Saya sudah shalat sejak kecil. Alhamdulillah saya semakin baik dari tahun ke tahun, tapi kadang masih susah shalat tepat waktu. InshaAllah saya terus berusaha. Sekitar lima bulan lalu, saya sedang interview kerja yang saya pikir itu impian saya. Saya benar-benar menginginkannya, dan selama waktu itu saya mulai shalat istikharah dan beristighfar setelah setiap shalat. Awalnya, saya melakukannya terutama demi pekerjaan itu-meminta Allah membimbing saya dan memberi kesempatan itu jika baik untuk saya. Akhirnya saya tidak diterima, tapi saya tidak berhenti istikharah atau istighfar. Itu jadi kebiasaan harian saya, lima kali sehari. Yang tidak saya duga adalah betapa hidup saya berubah dalam bulan-bulan ini. Saya kehilangan pekerjaan dan jadi pengangguran. Uang jadi sangat sulit sampai saya harus pakai kartu kredit dan terlilit utang. Pernikahan saya makin buruk, dan sekarang istri saya mau pergi. Dan saya baru tahu paman terdekat saya kena kanker yang sudah menyebar dan kata dokter tidak ada obatnya. Saya tidak bilang hal-hal ini terjadi karena istikharah atau istighfar. Allahu a'lam. Tapi ini membuat saya banyak berpikir tentang apa artinya benar-benar bertawakal kepada Allah. Waktu pertama kali mulai istikharah, saya pikir segalanya akan makin jelas. Saya kira saya akan dapat pekerjaan itu dan pintu-pintu terbuka. Ternyata, saya merasa seperti berjalan buta. Ada yang salah, lalu ada yang benar. Satu pintu tertutup, pintu lain terbuka. Kadang saya merasa paham ke mana Allah membawa saya, lalu ada kejadian lain dan saya bingung lagi. Saat kehilangan pekerjaan, salah satu kekhawatiran terbesar saya adalah tidak bisa menafkahi istri dan memenuhi kewajiban sebagai suami. Alhamdulillah, akhirnya saya dapat pekerjaan yang lumayan bagus, dan kondisi keuangan saya mulai membaik. Beberapa bulan lalu saya stres berat soal uang, sekarang pelan-pelan mulai lega. Tapi di saat yang sama, bagian lain hidup saya makin buruk. Pernikahan saya masih sangat sulit, dan paman saya masih sakit. Saya jujur tidak tahu apa yang akan terjadi. Saya rasa pengalaman ini mengubah cara saya memahami istikharah. Ketika saya meminta petunjuk kepada Allah, saya meminta Dia membimbing saya kepada apa yang benar-benar baik untuk saya, bukan hanya yang saya inginkan. Mungkin sesuatu yang sangat saya inginkan ternyata tidak baik untuk saya. Mungkin satu pintu harus tertutup agar pintu lain terbuka. Mungkin sebagian dari ini akan masuk akal nanti. Saya benar-benar tidak tahu. Hanya Allah yang tahu. Saya berbagi ini bukan karena semuanya tiba-tiba jadi sempurna setelah bertawakal kepada Allah. Tidak. Saya masih di tengah-tengahnya, dan beberapa hari terasa sangat berat. Saya masih merasa buta di jalan ini, dan saya tidak tahu ke mana arahnya. Tapi pada akhirnya, saya sudah meminta petunjuk kepada Allah. Saya tidak bisa minta petunjuk lalu hanya percaya kepada-Nya saat segalanya berjalan sesuai keinginan saya. Jadi saya hanya berusaha terus shalat, terus beristighfar, melakukan yang saya bisa, dan bertawakal kepada Allah untuk sisanya. Mungkin suatu hari saya akan melihat ke belakang dan paham kenapa semua ini terjadi. Sekarang, saya belum paham. Allah tahu dan saya tidak. Itulah yang saya pegang. Memang cukup berat, tapi apa lagi yang bisa kita lakukan selain percaya kepada Pencipta kita? Semoga Allah memudahkan semua orang yang sedang melalui hal yang tidak mereka pahami saat ini dan membimbing kita kepada yang terbaik. Mohon doakan saya. JazakAllah khair. P.S. Saya pakai ChatGPT untuk bantu bahasa Inggris saya karena itu bukan bahasa pertama saya. Semoga tidak apa-apa.