پروفایل کچ نصرالدین عمر: عالم روشنفکری که وارد بورس رئیس عمومی پبنو شد
Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, pada 27-31 Agustus 2026, nama Prof. KH. Nasaruddin Umar mencuat sebagai calon potensial Ketua Umum PBNU. Munculnya dia bukan dari deklarasi politik, melainkan rekam jejak panjang sebagai ulama, akademisi, dan birokrat.
Saat ini dia menjabat sebagai Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar pernah pegang amanah sebagai Katib Aam PBNU, posisi strategis yang sering disebut 'dapur intelektual' NU. Dia juga dikenal sebagai Guru Besar Ilmu Tafsir UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rektor Universitas PTIQ Jakarta, dan Imam Besar Masjid Istiqlal.
Dalam tradisi NU, kepemimpinan dinilai dari kedalaman ilmu, kematangan spiritual, dan kemampuan merawat persatuan. Nasaruddin Umar dianggap sudah melewati berbagai fase: dari dunia pesantren, akademik, dialog internasional, sampai birokrasi negara. Di Kementerian Agama, dia dorong penguatan kerukunan umat beragama dan pelayanan keagamaan yang inklusif, sejalan dengan visi agama sebagai sumber kasih sayang dan inspirasi kebangsaan.
Meski begitu, penentuan Ketua Umum PBNU sepenuhnya ikut mekanisme musyawarah dan pemilihan dalam Muktamar. Sampai sekarang belum ada penetapan resmi kandidat, dan sejumlah nama masih berkembang dalam aspirasi warga Nahdliyin.
https://kabarbaik.co/masuk-bur