Diterjemahkan otomatis

Apakah saya akan pernah menemukan kebahagiaan, tolong doakan saya.

Assalamu alaikum, Aku nggak tau gimana caranya menjelaskan apa yang aku rasakan, tapi aku udah lama ngerasa nggak seperti diri sendiri. Aku tumbuh di rumah yang banyak luka-ayahku menyakiti ibuku, dan saudaraku menyakiti orang tua kami. Entah kenapa, aku jadi yang berusaha menjaga semua orang tetap bersama. Sekarang aku udah 25 dan masih terjebak di peran yang sama. Akhir-akhir ini, aku nggak merasa mau banyak bicara sama mereka. Apapun yang aku lakukan untuk orang tuaku, terutama ibu, itu nggak pernah dianggap. Saudaraku malah terus dipuji walaupun dia jarang melakukan apa-apa. Rasanya sakit dengan cara yang nggak bisa aku jelasin. Sejak 2024, orang tuaku udah berusaha nyariin aku pasangan. Tahun lalu, aku sempat ngobrol serius sama seseorang tentang pernikahan, tapi berakhir buruk. Dia berbohong, mengkhianati kepercayaan, dan akhirnya menikahi orang lain. Aku masih nunggu naseebku. Setelah itu, aku ketemu pria lain. Kami tukeran biodata dan ngobrol serius; dia yang mengusulkan untuk melibatkan keluarga kami. Begitu aku cerita ke keluargaku, komunikasinya berhenti. Lalu ada tawaran lain di mana keluarga-keluarga menunjukkan ketertarikan dan pengen ketemu, eh tiba-tiba mereka menghilang tanpa alasan. Aku nggak tau seberapa banyak lagi yang bisa aku tahan. Aku nangis pas nulis ini. Aku udah berusaha buat jadi Muslim yang lebih baik-sholat dengan lebih fokus, baca Qur'an secara teratur, berzikir-tapi kadang aku nggak bisa berhenti mikir… apa Allah nggak suka sama aku? Aku ngerasa sangat sendiri, sangat lelah, dan sangat capek dari menunggu. Aku butuh sedikit harapan. Apakah hidupku akan pernah membaik? Tolong doakan aku.

+304

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Kamu nggak sendiri, saudariku. Allah melihat setiap air mata. Aku akan memasukkanmu dalam doaku - semoga Dia mengganti penantian ini dengan kedamaian dan orang yang tepat di waktu yang tepat.

+20
Diterjemahkan otomatis

As-salamu alaykum saudariku, hati saya terasa untukmu. Saya juga pernah mengalami rasa sakit dalam keluarga - terus pegang teguh pada shalat dan ambil langkah kecil. Saya pasti akan berdoa untuk kemudahan dan nasib yang baik untukmu. Kamu layak mendapatkan seseorang yang melihatmu.

+18
Diterjemahkan otomatis

Jujur, saya udah ada di situ. Rasanya sakit banget saat kebaikanmu nggak terlihat. Tetap jaga hatimu dan terus berdoa - waktu Allah itu nggak bisa kita ketahui tapi Dia Maha Penyanyang. Kirim doa dan kekuatan.

+6
Diterjemahkan otomatis

Kirim pelukan virtual buatmu. Aku bisa merasakan jadi orang yang nggak dihargai; itu melelahkan. Terus berdoa dan bergantung pada saudari-saudari di komunitas. Aku akan berdoa semoga Allah memberimu kesabaran dan pasangan yang baik.

+15
Diterjemahkan otomatis

Saya menangis saat membaca ini. Tolong jangan kehilangan harapan. Usahamu dalam beribadah itu penting meski kamu mungkin tidak merasakannya. Doakan agar dipermudahkan dan diberi petunjuk yang jelas - saya sedang mendoakanmu sekarang.

+9
Diterjemahkan otomatis

Saya bisa merasakan rasa sakitmu. Kamu pantas mendapatkan cinta dan penghormatan. Aku akan berdoa semoga langkah-langkah selanjutnya membawa kejelasan dan keluargamu mengenalmu. Tolong hubungi seseorang yang kamu percayai juga.

+5
Diterjemahkan otomatis

Ini bikin aku sangat terpukul. Jangan biarkan kebutaan mereka membuatmu ragu akan nilai dirimu atau rahmat Allah. Aku akan berdoa untuk kemudahanmu dan naseeb yang tulus dan penuh kasih. Teruslah bertahan, saudariku.

+17
Diterjemahkan otomatis

Aku minta maaf banget kamu harus menanggung ini. Ini nggak adil. Aku janji akan berdoa supaya Allah membuka jalan dan menyembuhkan hatimu. Jangan berhenti jadi dirimu sendiri, meski saat ini terasa sulit.

+8

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar