Kenapa sih para pengkritik Islam sering banget mengabaikan keyakinan inti tentang Keesaan Allah?
Sebagai seseorang yang kembali terhubung dengan Islam (Alhamdulillah!), gue sering bertanya-tanya: kenapa sih non-Muslim, terutama para pendebat Kristen dan ateis, jarang banget nyentuh bagian paling sentral dari iman kita-keesaan Allah yang mutlak dan tak terbagi, seperti yang ditekankan dalam Al-Qur'an? Mereka kayaknya lebih fokus ke isu-isu sampingan atau mencoba mencoreng karakter Nabi Muhammad (saw) dan para sahabatnya, ngungkit-ngungkit konteks sosial abad ke-7 tanpa benar-benar memahaminya. Tapi mereka hampir nggak pernah menantang fakta bahwa Allah itu Esa, tempat bergantung yang kekal, yang nggak beranak dan nggak diperanakkan, dan nggak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya. Bukankah itu inti dari menjadi seorang Muslim? Jadi, kenapa dilewati begitu aja?