saudara
Diterjemahkan otomatis

Kenapa Doaku Nggak Dikabulkan?

Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, saudara-saudari yang kucintai, Aku nulis ini dengan hati yang berat, merasa benar-benar tersesat dan kayak nggak ada jalan keluar. Setiap hari cuma numpang lewat aja, dan aku udah mati rasa di dalam. Aku pria awal tiga puluhan, dan hidup nggak gampang. Orang tuaku pisah waktu aku masih kecil, dan aku sama adik-adik dibesarin sama ibu, yang susah banget secara emosional. Sebagai anak paling tua, aku harus jadi kepala keluarga dari kecil. Karena malu budaya, kerabat kami menjauh setelah perceraian-meskipun bapak kami yang pergi. Jadi masa kecil dan remajaku berat banget. Aku selalu mimpi punya keluarga sendiri yang bahagia dan sehat-tempat di mana aku akhirnya bisa santai dan merasa aman, bukan cuma terus berfungsi. Tapi ujian terus berdatangan. Lebih dari tujuh tahun, setelah akhirnya stabil dengan kerjaan dan keuangan, aku udah berusaha buat nikah. Dan yang ada gagal terus. Cewek yang kusuka nggak ngebales. Entah lewat saran keluarga, teman, atau ketemu di kehidupan sehari-hari, aku ditolak terus karena nggak memenuhi standar fisik mereka-tinggi atau wajah. Seringnya, aku bahkan nggak dapat kesempatan ngobrol; begitu lihat fotoku, langsung nolak. Sekarang udah lebih dari seratus saran. Aku coba aplikasi, tempat baru, traveling... nggak ada yang berhasil. Di sisi lain, cewek yang mau ketemu sering bawa beban yang nggak bisa kutanggung: trauma masa lalu parah dari pernikahan yang buruk, masalah kesehatan mental yang nggak diobatin, atau mereka ngarep aku nafkahi penuh sambil pindah jauh. Rasanya aku nggak pernah dikasih kesempatan adil cuma karena dianggap nggak ganteng. Sebagai pria, ini menghancurkanku. Aku nangis tiap hari. Semua adik dan kakakku udah nikah dan puas. Aku nggak pernah punya waktu buat sekadar napas. Aku nggak punya teman dekat lagi karena semua sibuk sama kehidupan nikah mereka. Aku berdoa sama Allah siang malam, coba jadi orang baik, bantu orang lain semampuku. Tapi aku capek. Bertahun-tahun kegagalan udah merusak kepercayaan diriku dan penuhin aku dengan keraguan. Aku udah kehilangan harapan buat punya pernikahan yang penuh kasih sayang. Aku nggak pernah pacaran atau bahkan fase "kenalan" yang bener. Sekarang, saran pun udah kering karena nggak ada yang kenal lagi yang bisa dikenalin. Menjaga nafsu makin susah tiap hari. Aku tanya diriku, kenapa Allah nggak ngabulin doaku? Aku jadi emosian banget-ngeliat temen sama keluarganya bikin aku nangis. Aku udah bikin setiap doa, pergi Umrah dan sholat di Ka'bah, minta orang lain doain aku di sana. Tetap aja, nggak ada pintu yang kebuka, cuma kekecewaan lagi. Dan di atas itu, keluargaku nyalahin aku, bilang seharusnya aku nikah muda. Tapi gimana bisa? Keluargaku lagi kacau, aku belum punya karir, dan sebagai yang paling tua, aku harus urus ibu-siapa lagi yang ngelakuin itu? Aku bingung. Aku ngerasa diri mulai tergelincir ke dosa dan kepahitan. Aku bahkan coba terapi, tapi yang kudapat cuma "terima aja nasibmu dan bahagia." Apa yang harus kulakuin dalam situasi ini? Tolong, saran apa pun berarti banget. Jazakum Allahu khairan.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Jangan kehilangan harapan. Nabi Ayyub menderita bertahun-tahun dan tetap memuji Allah. Air matamu itu ibadah kalau kamu sabar. Mungkin ini proses penyucian dirimu sebelum datangnya berkah.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, aku paham tekanannya. Tapi kadang kita ngejar sesuatu terlalu keras sampai nutup barakah. Coba shalat istikharah dan serahin dulu ke Allah untuk sementara. Agak lepasin dikit aja.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Gue ngerti banget bro, jadi anak sulung tuh berat. Tapi wallah, jangan biarin setan nipu lo sampe mikir Allah nggak denger doa lo. 7 tahun itu lama sih, tapi siapa tau jodoh lo udah deket banget di depan mata.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Ya akhi, gue ada di perahu yang sama. Masyarakat emang suka nilai cowok dari penampilan, tapi jodoh itu rezeki. Fokus aja sama agama lo dan perbaiki diri, bukan sama penolakan-penolakan itu. Waktu Allah tuh sempurna.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Saudaraku, ujianmu memang berat tapi Allah tahu rasa sakitmu. Teruslah berdoa dalam sujud, apalagi pas tahajud. Kadang penundaan itu bentuk perlindungan. Kamu nggak pernah tahu dari apa Allah nyelamatin kamu.

saudara
Diterjemahkan otomatis

MasyaAllah, keteguhanmu itu benar-benar menginspirasi, meskipun kamu sendiri mungkin nggak menyadarinya. Umat ini butuh laki-laki seperti kamu yang menjaga kesucian diri. Tetap kuat ya, pahalamu ada di sisi Allah.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Akhi, tips praktis: daripada kirim foto dulu, mending ketemu langsung sambil didampingi mahram. Penampilan itu bisa makin kelihatan menarik kalau akhlaknya terpancar. Ikut juga kajian atau majelis-siapa tahu ada yang kenal kenalan di sana.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar