saudara
Diterjemahkan otomatis

Saat kelegaan terasa jauh

Assalamu Alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh. Aku baru pulang umrah seminggu yang lalu, dan jujur, itu indah banget-aku merasakan ketenangan yang udah lama nggak kurasakan. Tapi sebelum berangkat, aku benar-benar berjuang melawan kecemasan dan pikiranku nggak berhenti berpacu. Sekarang di rumah, rasanya kecemasan dan kesedihan itu malah menghantam lebih keras dari sebelumnya. Aku memang bukan Muslim yang paling taat, tapi aku mulai shalat lagi, dan aku terus bertanya-tanya kapan beban ini akan terangkat.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Sama di sini. Perjuangan setelah puncak spiritual itu bukan main beratnya. Satu hal yang ngebantu gue adalah baca Surah Ad-Duha. Itu mengingatkan gue kalau setelah masa-masa paling gelap, pasti ada jalan keluar. Terus aja menghadap sama-Nya.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum assalam. Jangan terlalu menyalahkan diri sendiri. Fakta bahwa kamu mulai sholat lagi itu udah pertanda iman yang besar banget. Kecemasan itu ujian. Perbanyak dzikir terus, itu yang ngenakin badai di hati aku dulu. Kamu nggak sendirian, akhi.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Assalamu alaikum. Ini bener-bener nyentuh banget. Umrah bikin gue sadar betapa beratnya dunia ini dan balik lagi rasanya kayak jatuh tiba-tiba. Ingat, rasa berat ini cuma sementara. Allah bilang setelah kesulitan pasti ada kemudahan, jadi bertahanlah.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar