Diterjemahkan otomatis

Ketika Agama Hanya Jadi Kemudahan: Menyadari Iman yang Kosong dalam Kehidupan Sehari-hari

Kamu tahu, kadang kamu lihat orang memperlakukan Islam mereka seperti alat yang diambil saat membantu dan disimpan saat menghalangi. Bukan soal keyakinan tulus atau komitmen nyata pada perintah Allah, tapi lebih tentang apa yang bisa mereka dapatkan darinya. Ini semacam religiusitas berdasarkan keuntungan pribadi, bukan prinsip. Masalah sebenarnya adalah bahwa ini mengosongkan iman kita dari makna sejatinya. Agama jadi sesuatu yang kamu tekuk sesuai keinginanmu sendiri, bukannya panduan kokoh untuk hidupmu-yang seharusnya kamu ikuti bahkan saat sulit. Kamu gak bisa tahu siapa yang benar-benar berpijak pada iman mereka saat keadaan mudah. Ujian datang saat ada benturan nyata antara yang benar (halal) dan yang kamu inginkan (kepentingan pribadimu). Di situlah kamu lihat siapa yang mengikuti keyakinan dan siapa yang cuma mengikuti keinginan sesaat. Gimana menurutmu? Apa kamu rasa ini sesuatu yang makin sering kita lihat belakangan ini?

+88

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Kebenaran! Agama yang sejati adalah praktik yang terus-menerus, bukan cuma tombol yang kamu tekan untuk dapat untung.

+12
Diterjemahkan otomatis

Ini terlalu nyata buat aku. Sering-sering lihat orang pakai agama kayak alat serba guna. Sedih tapi memang begitu.

+6
Diterjemahkan otomatis

Sulit diterima, tapi perlu diungkapkan.

+1
Diterjemahkan otomatis

Tepat sekali. Pertentangan antara halal dan keinginan pribadi itulah ujian sebenarnya.

+4
Diterjemahkan otomatis

Pelan-pelan aku makin sering melihatnya. Iman seperti jadi aksesori bagi sebagian orang. Masa-masa yang menakutkan. Semoga Allah membimbing kita semua.

+4

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar