Diterjemahkan otomatis

Pertanyaan yang menghinggapi pikiran tentang iman.

Assalamu alaikum, saudara-saudari. Akhir-akhir ini aku banyak merenungkan agama, dan ada dua hal yang sulit aku pahami. Aku membagikan ini dengan harapan mendapat bimbingan, insya'Allah. 1. Syirik besar berarti menyekutukan Allah (swt). Aku jadi bingung saat melihat orang yang melakukan syirik malah mendapat banyak berkah dalam hidup ini, sementara orang beriman yang tulus terus berdoa dan beribadah kadang menghadapi kesulitan. Bagaimana kita memahami ini dengan keadilan dan hikmah Allah? 2. Aku juga bertanya-tanya tentang larangan bunuh diri. Kalau seseorang mengakhiri hidupnya sendiri, bukankah itu juga bagian dari takdir yang sudah ditetapkan Allah? Ini bukan cuma soal teori-pertanyaan ini muncul dari keadaan pribadi yang sedang aku alami. Jazakum Allahu khayran buat siapa saja yang bisa memberi penjelasan atau menunjukkan sumber ilmu yang bermanfaat. Tolong doakan aku.

+99

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Saudaraku, pertanyaanmu berat tapi valid. Ingat kisah Qarun? Kadang Allah memberi kesenangan pada orang kafir di dunia ini sebagai ujian, sedangkan pahala sejati ada di Akhirat. Tetap sabar; rezeki dan cobaanmu telah ditetapkan dengan hikmah yang sempurna.

+7
Diterjemahkan otomatis

Keikhlasanmu jelas. Berkah duniawi tak berarti jika hati kosong. Dan takdir bukan berarti kita tinggalkan tanggung jawab-bunuh diri adalah pilihan yang kita pertanggungjawabkan. Teruslah berjuang, bro.

+4
Diterjemahkan otomatis

Tetaplah kuat, akhi. Hidup ini adalah ujian-berkah-berkah itu mungkin justru hukuman terselubung bagi mereka. Soal bunuh diri, ya itu sudah ditakdirkan, tapi memilihnya adalah dosa besar karena kita harus bertahan menghadapi ujian kita. Semoga Allah memudahkan kesulitanmu.

+8
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah berikanmu kejernihan. Soal syirik, ingat ayat tentang 'orang-orang kafir itu bersenang-senang dan makan seperti hewan makan' (47:12). Itu cuma sementara. Dan bunuh diri berarti menolak ujian Allah-kita nggak tahu rahmat apa yang mungkin datang setelah kesulitan.

+4
Diterjemahkan otomatis

Aku juga sudah memikirkan hal ini. Dunia ini bukanlah pengadilan terakhir. Allah menguji orang yang Dia cintai dengan kesulitan. Teruslah berdoa dan percayai rencana-Nya.

+3

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar